FYP TikTok Mendadak Berubah Jadi Aneh, Ini Penjelasan Manajemen

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
28 January 2026 11:30
A logo of a smartphone app TikTok is seen on a user post on a smartphone screen Monday, Sept. 28, 2020, in Tokyo. (AP Photo/Kiichiro Sato)
Foto: AP/Kiichiro Sato

Jakarta, CNBC Indonesia - TikTok mengalami gangguan teknis skala luas setelah pusat data di Amerika Serikat (AS) mengalami pemadaman listrik pada akhir pekan.

Insiden ini menyebabkan gangguan pada sistem rekomendasi "For You Page" (FYP), memperlambat akses, hingga memicu tampilan metrik yang keliru bagi kreator.

Tak heran kalau sejak akhir pekan lalu banyak pengguna TikTok mengeluhkan halaman FYP mereka dipenuhi video yang tidak sesuai minat, konten viral lama, hingga unggahan yang sama muncul berulang kali.

"Kami sedang bekerja memulihkan layanan setelah terjadi pemadaman listrik di pusat data di AS yang berdampak pada TikTok dan aplikasi lain yang kami operasikan," tulis TikTok di akun X @tiktokusdsjv.

TikTok menjelaskan bahwa pemadaman tersebut menyebabkan "cascading systems failure" atau kegagalan sistem berantai yang memicu sejumlah bug, waktu loading lambat, hingga permintaan unggah konten yang gagal.

Beberapa kreator melaporkan video mereka menunjukkan 0 views atau likes, sementara sebagian mengatakan pendapatan mereka terlihat hilang dari dashboard.

"Kami berkomitmen mengembalikan TikTok ke kapasitas penuh secepatnya," tulis perusahaan.

Gangguan pertama kali dilaporkan pada Minggu setelah TikTok mengirim pemberitahuan internal kepada karyawan terkait insiden tersebut. Tidak lama setelah itu, pengguna mulai mengeluhkan isi feed mereka yang berantakan, menampilkan konten lama atau tidak relevan, alih-alih video terbaru dan kontekstual.

Absennya konten aktual, misalnya terkait demonstrasi ICE di Minneapolis, memicu spekulasi bahwa investor baru TikTok di AS memodifikasi algoritma setelah perusahaan mengumumkan kesepakatan joint venture terkait pengelolaan data pengguna AS dan algoritma bersama Oracle, Silver Lake, dan MGX.

Mengutip Business Insider, juru bicara TikTok menepis spekulasi tersebut dengan menyatakan bahwa perubahan di FYP adalah dampak teknis dari gangguan server, bukan manipulasi algoritma.

Kesepakatan joint venture yang diumumkan TikTok sebelumnya menempatkan Oracle dan investor lain untuk mengelola data pengguna AS dan melakukan pelatihan ulang algoritma.

Kondisi ini membuat ekosistem kreator, karyawan, dan komunitas aplikasi sempat khawatir apakah algoritma pasca divestasi dapat bekerja serperti sistem sebelumnya.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article China Kasih Syarat Tegas ke Amerika, Tak Ada Kompromi


Most Popular
Features