Keamanan Data Butuh Investasi Besar, Ini Kata Bos Telkom

Intan Rakhmayanti, CNBC Indonesia
Selasa, 27/01/2026 17:25 WIB
Foto: Gedung Telkom (Foto: ist)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini menegaskan isu keamanan data semakin relevan dan "spot on" dengan dinamika digital saat ini. Sebab, menurutnya risiko kebocoran data dan ancaman siber meningkat bukan hanya terhadap korporasi, tetapi juga individu.

"Security itu sangat diperlukan untuk setiap orang. Sebetulnya kan di Indonesia sudah ada PDP Law (Personal Data Protection Law). Nah mungkin ini yang harus kita lihat bagaimana implementasinya, bagaimana pemerintah meng-enforce law tersebut," ujar Dian dalam wawancara dengan CNBC Indonesia di sela gelaran World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.

"Karena kan satu hal. kita punya law tapi enforcement-nya itu adalah hal lain," tambah Dian.


Dian menerangkan bahwa keamanan data bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga harus diinternalisasi oleh pelaku industri, termasuk Telkom.

"Data security ini harus diterjemahkan oleh setiap perusahaan, termasuk Telkom, di dalam operasional kita sehari-hari. Jadi bagaimana kita make sure bahwa data pribadi customer, baik retail maupun enterprise, itu bisa terjaga dengan baik. Kemudian dari sisi cyber security juga bisa terjaga," tuturnya.

Ia menekankan, penguatan sistem keamanan data bukan proses sederhana dan membutuhkan investasi besar.

"Itu bukan hal yang mudah dan murah. Itu memerlukan perubahan proses, perbaikan sistem, dan terutama dari sisi manusianya. Bagaimana tenaga kerja mempunyai disiplin, sehingga proteksi untuk privasi maupun cyber security bisa terjaga dengan baik," jelasnya.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Manfaatkan Teknologi AI, Standard Chartered Siapkan 6 Pilar