Di WEF 2026, Telkom Perkuat Konektivitas & Dorong RI Jadi Digital Hub
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memperkuat komitmennya untuk terus menghadirkan infrastruktur digital nasional yang tangguh sebagai kunci bagi pengembangan ekonomi digital Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), Dian Siwarini dalam Forum World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss.
Dian menegaskan Telkom Indonesia sebagai penyedia infrastruktur digital terus mendorong pembangunan infrastruktur fisik baik untuk layanan data center, jaringan kabel bawah laut, hingga satelit dan infrastruktur menara. Dia mengungkapkan dalam forum WEF 2026 Davos, Telkom mengincar kerja sama dalam pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai sumber energi dalam pengembangan infrastruktur digital yang berkelanjutan.
"Yang kami ingin cari adalah bagaimana supaya kami bisa menggunakan energi terbarukan. Salah satu yang kami cari karena infrastruktur tersebut data center memerlukan kebutuhan terhadap energi yang besar," ungkap dia dalam Profit, CNBC Indonesia (27/01/2026).
Dian menjelaskan infrastruktur data center memerlukan sumber daya energi yang besar. Untuk itu, diperlukan sumber energi baru terbarukan untuk menjalankan infrastruktur ini.
"Kalau tidak menggunakan energi terbarukan, tentu impact terhadap lingkungan mungkin jadi kurang baik. Jadi kita cari bagaimana kita bisa kerja sama dengan perusahaan yang bisa memberikan solusi terhadap energi terbarukan, terutama keperluan yg besar seperti Data center," tambah dia.
Dia mengungkapkan investor yang dicari adalah mereka yang sejalan dengan visi dan misi Telkom sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan stakeholder, yakni Danantara.
"Buat kami yang penting cocok dijadikan partner, membawa keuntungan dan secara visi sama. Karena kalau Telkom ini perusahaan negara, jadi kita tidak melulu mencari untung. Impact terhadap masyarakat harus besar, terhadap negara," tegas Dian.
Lebih lanjut, Dian menyebut, pihaknya memanfaatkan WEF 2026 untuk mengembangkan digital hub. Hal ini mengingat Indonesia memiliki sebanyak 220 juta digital user.
"Ini kan merupakan market luar biasa dan 220 digital user ini yang dicari oleh para investor global oleh hyperscale, dan sekarang Indonesia sudah well connected karena Telkom juga mengembangkan konektivitas ke semua benua. Kita sudah punya sovereign cable yang menghubungkan Indonesia dengan seluruh benua. Kita bisa menjadi digital hub," pungkas Dian.
(rah/rah)