MARKET DATA
WEF ANNUAL MEETING 2026

Ini Alasan RI Bidik Investasi Digital Global di WEF 2026

Elga Nurmutia,  CNBC Indonesia
26 January 2026 17:30
World Economic Forum
Foto: dok Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara melalui panel bertajuk Indonesia's Digital Renaissance: Creating a Connected, Creative, and Competitive Economy yang diselenggarakan di Indonesia Pavilion, dalam rangkaian Annual Meeting World Economic Forum (WEF) Davos 2026 pada Rabu (21/01).

Panel ini merupakan bagian dari agenda strategis Indonesia Pavilion hari ini yang menyoroti transformasi digital sebagai pengungkit daya saing ekonomi nasional dan magnet investasi global di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet Indonesia telah mencapai lebih dari 79 persen dari total populasi, mencerminkan basis pasar digital yang sangat besar. Transformasi digital telah menjadi pilar penting pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sementara itu, saat ini nilai ekonomi digital Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai mencapai sekitar US$ 82 miliar, dan diproyeksikan terus tumbuh seiring meningkatnya adopsi teknologi digital di berbagai sektor.

"Kata kuncinya adalah urutan dan keseimbangan. Kita tidak bisa tumbuh tanpa kepercayaan, kepercayaan adalah prasyarat pertumbuhan. Kapabilitas harus dibangun sebelum memasuki ranah komersial. Dan arah harus ditetapkan sebelum modal digerakkan," ungkap Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Erwin Hidayat Abdullah dalam keterangannya, ditulis Senin (26/1/2026).

Diskusi ini memberikan perspektif komprehensif mengenai bagaimana Indonesia membangun ekosistem digital yang terintegrasi, kompetitif, dan berkelanjutan. Dari sisi kebijakan, Erwin menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat kerangka regulasi guna menciptakan ekosistem digital yang aman dan kondusif bagi inovasi.

Tak kalah menarik, panel ini juga menghadirkan pembicara lintas sektor yang merepresentasikan kekuatan ekosistem digital Indonesia, yaitu Direktur Utama PT Telkom Indonesia, Tbk. Dian Siswarini, Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi, Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bernardino Vega, serta sebagai moderator Publisher & Editor-in-Chief South China Morning Post Tammy Tam.

"Konektivitas sangat penting bagi digitalisasi. Fondasi utama untuk mewujudkan konektivitas yang baik adalah tersedianya infrastruktur digital yang komprehensif," ujar Dian.

Senada, dari perspektif dunia usaha, Bernardino menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat daya tarik investasi digital. "Kami memiliki banyak kebijakan yang baik.

Dalam investasi digital, ada dua jenis inklusi digital. Pertama, proses yang sudah diotomatisasi tetapi masih berbasis manual. Kedua, disbursement, yaitu proses yang benar-benar berbeda karena peran digital jauh lebih besar dan lebih menyeluruh," ujarnya.

Diskusi panel juga menegaskan bahwa kebangkitan ekonomi digital Indonesia selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Digitalisasi dipandang sebagai instrumen untuk meningkatkan produktivitas nasional, memperluas inklusi ekonomi, serta memperkuat sektor ekonomi kreatif yang menjadi salah satu kontributor penting terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sebagaimana dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

"Saat ini, satu dari empat masyarakat Indonesia telah menggunakan layanan berbasis daring, menjadikan layanan digital sebagai bagian dari DNA masyarakat Indonesia. Kami menghadirkan layanan yang menjangkau seluruh masyarakat Indonesia. Dengan dukungan infrastruktur yang disediakan oleh pemerintah, kami menetapkan prinsip panduan bagi UMKM, yaitu memastikan platform kami dapat diakses oleh seluruh pelaku usaha di setiap tahap pengembangan, dari memulai, bertumbuh, hingga memperluas usaha," papar Neneng.

Sebagai informasi, panel "Indonesia's Digital Renaissance" merupakan bagian dari rangkaian diskusi strategis di Indonesia Pavilion yang mengusung tema "Indonesia Endless Horizons". Paviliun yang bertujuan untuk menarik lebih banyak investasi dan kerja sama multi sektor ini menyampaikan pesan kuat kepada komunitas global bahwa transformasi digital nasional dibangun di atas fondasi pasar yang besar, kebijakan yang adaptif, serta komitmen jangka panjang.

(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Menteri Prabowo Ungkap AI Bakal Bawa RI Jadi Negara 4 Besar G20


Most Popular
Features