TikTok Berubah, Begini Dampaknya Usai Lepas ke Sekutu Trump

Redaksi, CNBC Indonesia
Selasa, 27/01/2026 19:40 WIB
Foto: Model miniatur cetak 3D yang menggambarkan Presiden AS Donald Trump di depan logo TikTok ditunjukkan dalam ilustrasi ini yang diambil pada tanggal 24 September 2025. (REUTERS/Dado Ruvic)

Jakarta, CNBC Indonesia - TikTok disebut sudah berubah setelah operasionalnya di Amerika Serikat (AS) diserahkan ke entitas gabungan baru yang terafiliasi dengan bisnis Presiden Donald Trump. Hal ini secara blak-blakan dikemukakan Gubernur California Gavin Newsom.

Pada awal pekan ini, Newsom menuduh TikTok 'membungkam' konten-konten yang kritis terhadap pemerintahan Trump. Hal ini dikemukakan setelah Newsom meluncurkan kajian baru untuk memutuskan apakah praktik moderasi konten TikTok melanggar undang-undang yang berlaku di negara bagian tersebut.


Pernyataan Newsom juga datang setelah induk TikTok asal China, ByteDance, meneken kesepakatan untuk memberikan operasionalnya terhadap perusahaan gabungan baru yang mayoritas dipimpin entitas AS. Hal ini dilakukan untuk menghindari ancaman pemblokiran TikTok secara permanen yang digaungkan pemerintah AS.

ByteDance mengatakan entitas baru TikTok USDS Joint Venture LLC akan mengamankan data pengguna AS, aplikasi, dan algoritma, melalui upaya keamanan dan privasi data. Kesepakatan ini mendapat pujian dari Trump.

"Setelah penjualan TikTok ke kelompok bisnis yang bersekutu dengan Trump, kantor kami telah menerima laporan, dan secara independen mengonfirmasi beberapa kasus, tentang konten yang mengkritik Presiden Trump yang telah diblokir," kata kantor Newsom di X, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut, dikutip dari CNBC International, Selasa (27/1/2026).

"Gavin Newsom meluncurkan peninjauan atas perilaku ini dan meminta Kementerian Kehakiman California untuk menentukan apakah hal itu melanggar hukum California," tambah pernyataan itu.

Merespons hal ini, perwakilan TikTok merujuk pada pernyataan sebelumnya yang 'mengkambinghitamkan' pemadaman listrik di sebuah data center, yang menyebabkan gangguan dan pemblokiran pada beberapa konten.

"Sangat tidak akurat untuk melaporkan bahwa hal ini disebabkan alasan lain, selain isu teknis yang sudah kami konfirmasi secara transparan," kata perwakilan TikTok.

Pengguna TikTok mendeteksi keberadaan bug, waktu loading yang lambat, serta eror ketika hendak mengunggah konten baru. Hal ini dikatakan sebagai dampak pemadaman listrik tersebut.

"Meskipun jaringan sudah pulih, pemadaman listrik yang terjadi menyebabkan kerusakan sistem yang masih kami upayakan untuk segera pulih," kata perusahaan gabungan baru dalam pernyataan di X, sebelum pernyataan dikeluarkan oleh Newsom.

Pengumuman kesepakatan pekan lalu merupakan pencapaian bagi TikTok setelah bertahun-tahun bernegosiasi dengan pemerintah AS, di tengah konflik geopolitik antara AS dan China. Gedung Putih tidak merespons permintaan komentar.

Newsom yang merupakan seorang Demokrat, telah lama bersitegang dengan Trump dan Republik.

Perusahaan gabungan baru yang menjalankan operasional TikTok di AS meliputi tiga investor. Masing-masing adlaah raksasa komputasi cloud Oracle, kelompok ekuitas swasta Silver Lake, dan firma investasi berbasis Dubah MGX. Masing-masing akan memegang kepemilikan 15%.

Pemerintah China dan AS sudah meneken kesepakatan tersebut, menurut pejabat Gedung Putih.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Tiktok di Amerika Serikat Resmi Diakuisisi!