Perusahaan China Tak Terkenal Diam-diam Raja Robot Dunia, Tesla Buncit
Jakarta, CNBC Indonesia - Industri robot humanoid mencatat lonjakan komersialisasi pada 2025, dengan pemasangan global meningkat 16.000 unit sepanjang tahun, menurut data Counterpoint Research.
Sektor yang mendorong pertumbuhan mencakup logistik, manufaktur, otomotif, hingga riset. Menurut data terbaru Counterpoint, lima produsen teratas menguasai 73% pasar.
Yang mengejutkan, pemain yang memimpin bukanlah raksasa teknologi ternama, melainkan AGIBOT, startup berbasis Shanghai yang baru berdiri pada Februari 2023.
Perusahaan tersebut menguasai 31% pangsa pasar setelah memproduksi massal robot AGIBOT X2 dan G2. Hingga akhir tahun, lebih dari 5.000 unit robot humanoid telah keluar dari pabrik Shanghai dan digunakan di sektor hotel, hiburan, manufaktur, hingga logistik.
Posisi kedua ditempati Unitree dengan pangsa 27%. Produsen robot berkaki empat ini kembali menjadi sorotan di CES 2026 setelah mendemonstrasikan robot humanoid G1 yang mampu bertinju. Keunggulan Unitree terletak pada kontrol gerak dinamis serta lini komponen yang dikembangkan sendiri, mulai dari motor hingga LiDAR.
UBTECH berada di posisi ketiga dengan pangsa sedikit di atas 5% melalui seri Walker yang telah digunakan berbagai pabrik otomotif. Menyusul di belakangnya Leju dengan pangsa 5%, yang memanfaatkan Huawei Cloud untuk pelatihan dan peningkatan kemampuan robot.
Tesla melengkapi lima besar dengan hampir 5% pangsa pasar, berkat peningkatan produksi Optimus Gen 2 dan Gen 2.5. Produsen kendaraan listrik itu diprediksi akan mempercepat adopsi robot humanoid di industri otomotif ketika Optimus Gen 3 memasuki produksi massal pada 2026.
Counterpoint mencatat tiga tren yang akan membentuk industri dua tahun ke depan. Pertama, munculnya produk humanoid berbiaya rendah untuk rumah tangga, seperti NOETIX Bumi yang dijual di bawah US$ 1.600.
Kedua, model robot-as-a-service (RaaS) yang berkembang pesat di sektor layanan. Ketiga, ekspansi kapasitas produksi yang akan menurunkan biaya manufaktur mulai 2026 dan seterusnya. Tesla dan Figure AI memiliki rencana agresif membangun lini produksi dengan keterlibatan robot, yang mengindikasikan tren bahwa produksi industri akan beradaptasi dengan penerapan robot humanoid.
Counterpoint memperkirakan pemasangan robot humanoid kumulatif akan melampaui 100.000 unit pada 2027, dengan 72% penggunaan berasal dari sektor logistik, manufaktur, dan otomotif.
(dem/dem)