HP China Tenggelam, Ini Raja Smartphone Dunia Terbaru

Redaksi, CNBC Indonesia
Rabu, 14/01/2026 13:35 WIB
Foto: Jasa Service HP. (CNBC Indonesia/Novina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri smartphone global mulai stabil pasca-pandemi. Dalam dua tahun berturut-turut, pasar smartphone dunia menunjukkan pertumbuhan positif.

Sepanjang 2025, firma riset Counterpoint mencatat pasar smartphone global naik 2% secara tahun-ke-tahun (YoY). Sebagian besar didorong strategi pemasaran yang efektif, adopsi perangkat 5G di negara-negara berkembang, serta opsi pembelian yang memfasilitasi pertumbuhan segmen premium.


"Sepanjang 2025, pasar smartphone melanjutkan tren yang cenderung mengarah ke segmen dengan harga lebih tinggi, didorong konsumen yang memutuskan upgrade ke perangkat premium," kata Senior Analyst Counterpoint, Shilpi Jain, dikutip dari laman resminya, Rabu (14/1/2026).

Di awal 2025, para produsen menghadapi tekanan kebijakan tarif yang digaungkan pemerintahan Amerika Serikat (AS). Namun, dampaknya kian menyurut seiring perkembangan dinamika geopolitik dan strategi pabrikan smartphone untuk mereda efek tarif.

Pertumbuhan smartphone global juga disebut tak merata. Beberapa negara seperti Jepang, Timur Tengah, Afrika, dan beberapa negara Asia memperlihatkan pertumbuhan yang signifikan, mengimbangi negara-negara yang sudah lebih dulu mapan.

Apple Bangkit Jadi Raja HP Dunia

Peluncuran seri iPhone 17 menjadi momentum penting bagi pertumbuhan Apple, sampai bisa kembali bangkit menjadi raja HP dunia. Apple mencatat pertumbuhan 10% YoY dengan pangsa pasar (market share) 20% sepanjang 2025.

Sebelumnya, seri iPhone 16 menjadi momentum 'tiarap' bagi Apple, yang disebabkan minimnya inovasi, penundaan fitur AI Apple Intelligence, serta persaingan dengan HP Android yang kian inovatif.

"Pertumbuhan Apple di 2025 didorong ekspansi dan permintaan yang meningkat di negara-negara berkembang, didukung campuran portofolio produk yang lebih kuat," kata Senior Analyst Counterpoint, Varun Mishra.

Foto: Counterpoint
Counterpoint

Samsung yang sebelumnya menjadi 'raja' HP dunia pada 2024, terpaksa harus lengser ke posisi kedua. Kendati demikian, Samsung tetap mempertahankan pertumbuhan positif yang stabil sebesar 5%, dengan market share 19%.

Di posisi ketiga, Xiaomi mencatat kinerja stagnan dengan pangsa pasar 13%, sedikit menurun dari 2024 sebesar 14%.

Pabrikan HP China sepertinya pelan-pelan mulai tergeser, seiring tren yang menunjukkan segmen premium tumbuh signifikan. Terbukti, Apple dan Samsung yang merupakan penguasa HP premium mampu bertahan di posisi pucuk.

Vivo yang berada di posisi ke-4 sejatinya mencatat pertumbuhan tipis sebesar 3% YoY, dengan pangsa pasar yang tak berubah dari 2024, yakni 8%.

Terakhir, Oppo yang dalam beberapa kuartal terakhir menunjukkan kinerja lesu, kembali harus mencatat pertumbuhan minus 4% YoY dan menduduki posisi paling bawah pada jejeran 'Top 5' HP dengan pangsa pasar terbesar.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Jurus Perkuat Infrastruktur Digital Dukung Daya Saing Nasional