Trump Tiba-Tiba Puji Microsoft, Ternyata Urusan Tagihan Listrik

Redaksi, CNBC Indonesia
Selasa, 13/01/2026 20:30 WIB
Foto: REUTERS/Jonathan Ernst

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Amerika Serikat menjamin pembangunan data center besar-besaran tidak akan berdampak ke harga tarif listrik di negara tersebut. Jaminan ini diberikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Lewat unggahan di Truth Social, Trump menyatakan kompetisi pembangunan data center antara perusahaan teknologi yang sedang mengembangkan produk AI tidak akan membuat warga AS menanggung akibatnya. 

"Saya tak mau warga AS harus membayar tagihan listrik lebih mahal gegara data center. Oleh karena itu, pemerintahan saya sedang bekerja dengan perusahaan teknologi besar AS untuk memastikan komitmen mereka ke warga AS, dan akan kami umumkan dalam beberapa pekan ke depan," kata Trump.


CNBC International menyatakan jaminan dari Trump soal tagihan listrik adalah bagian dari upayanya untuk menekan harga untuk konsumen di AS. Pasalnya, harga barang dan jasa di AS terus bergerak naik sejak pengumuman tarif impor gila-gilaan pada April 2025.

Pembangunan data center besar-besaran oleh raksasa teknologi mendongkrak konsumsi energi di daerah sekitarnya. Pada Agustus 2025, tagihan listrik warga AS naik 6 persen dibanding tahun sebelumnya.

Dalam unggahan di media sosial, Trump menyampaikan selamat ke Microsoft karena dinilai bisa menjaga harga listrik.

"Pertama, Microsoft, yang bekerja bersama tim saya akan melakukan perubahan besar mulai bulan ini untuk memastikan konsumsi listrik mereka tidak "ditanggung" oleh warga AS," kata Trump.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:

Video:Pakai Teknologi AI, Bisnis Tambang Kian "Cerdas" & Berkelanjutan