Pendiri Google Kabur, Dituduh Tak Mau Keluar Duit
Jakarta, CNBC Indonesia - Dua pendiri Google, Sergey Brin dan Larry Page, memilih hengkang dari California jelang penerapan pajak kekayaan baru untuk para miliarder negara bagian itu.
The New York Times melaporkan bahwa pada bulan Desember, 15 perusahaan terbatas yang mengawasi investasi dan kepentingan Brin ditutup atau diubah menjadi entitas Nevada.
Termasuk di antaranya T-Rex LLC, entitas yang dibentuk pada 2006 dan dikaitkan dengan Brin dan Page, yang telah dikonversi menjadi perusahaan Delaware bernama T-Rex Holdings pada 24 Desember 2025, demikian menurut dokumen pemerintah California yang ditinjau Business Insider, dikutip CNBC Indonesia, Selasa (13/1/2026).
Perubahan itu sekaligus memindahkan kantor utama perusahaan ke Reno, Nevada, namun tetap mempertahankan Brin dan Page sebagai manajer.
Hengkangnya entitas yang terkait duo pendiri Google ini terjadi di tengah tekanan rencana referendum pajak kekayaan California. Usulan kebijakan tersebut mewajibkan sekitar 200 warga negara bagian dengan aset lebih dari USD 1 miliar membayar pajak satu kali sebesar 5% untuk menutup defisit anggaran yang diproyeksi mencapai miliaran dolar.
Jika disahkan pada pemungutan November mendatang, ketentuan berlaku retroaktif bagi penduduk per 1 Januari 2026.
Selain T-Rex Holdings, dalam laporan pekan ini Business Insider juga mengungkap bahwa Larry Page telah memutuskan hubungan dengan California pada akhir Desember.
Ia mengalihkan family office miliknya ke Delaware serta mendirikan sejumlah entitas baru, termasuk kendaraan investasi untuk riset influenza dan proyek mobil terbang.
Meski dokumen mencantumkan T-Rex Holdings sebagai perusahaan manajemen, kegiatan perusahaan belum jelas.
Seperti halnya miliarder lain, Brin dan Page menggunakan LLC sebagai struktur fleksibel untuk memegang aset maupun mengelola investasi dengan minim keterbukaan publik.
Sergey Brin dan Larry Page saat ini tercatat sebagai orang terkaya kedua dan keempat dunia menurut Bloomberg Billionaires Index, masing-masing dengan kekayaan melebihi USD 250 miliar.
Sejak mundur dari peran eksekutif pada 2019, keduanya menempuh jalur berbeda. Brin kembali terlibat langsung dalam pekerjaan di Google. Page tetap menjadi pemegang saham pengendali, namun menjauh dari operasi harian perusahaan.
Arah kebijakan pajak kekayaan California diperkirakan akan menentukan nasib migrasi para miliarder ke negara bagian lain.
Alex Spiro, pengacara selebritas, dalam surat kepada Gubernur Gavin Newsom pada 11 Desember memperingatkan bahwa kebijakan tersebut akan memicu eksodus modal dan inovasi.
Spiro menyatakan sejumlah kliennya berencana pindah permanen bila pajak berlaku.
California menetapkan status domisili berdasarkan sejumlah indikator, termasuk durasi keberadaan fisik serta aktivitas bisnis substansial di negara bagian itu. Artinya, untuk menghindari pajak tersebut, para miliarder harus berada di luar negara bagian sebelum akhir Desember 2025.
(dem/dem)