Megaproyek Arab Saudi Bernilai Rp 45 Triliun, Terbesar di Dunia

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Jumat, 09/01/2026 20:30 WIB
Foto: Ilustrasi Data Center. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi mengumumkan pembangunan proyek infrastruktur digital raksasa senilai US$2,7 miliar atau sekitar Rp45 triliun, Hexagon Data Centre.

Proyek ambisius itu diklaim akan menjadi pusat data pemerintah terbesar di dunia. Proyek ini menjadi salah satu pilar utama dalam agenda Vision 2030, yang bertujuan mempercepat transformasi ekonomi Arab Saudi dari ketergantungan minyak menuju ekonomi berbasis data dan teknologi.


Hexagon Data Centre diklasifikasikan sebagai fasilitas Tier IV, standar tertinggi dalam industri pusat data global, yang menjamin tingkat keandalan dan ketersediaan operasional hingga 99,995 persen.

Fasilitas ini dirancang untuk menopang ekspansi layanan digital sektor publik sekaligus mengamankan kedaulatan data nasional Kerajaan.

Berlokasi di Riyadh, pusat data tersebut akan dibangun di atas lahan lebih dari 30 juta kaki persegi dengan kapasitas daya mencapai 480 megawatt. Dengan skala tersebut, Arab Saudi menargetkan diri sebagai pusat global infrastruktur digital dan teknologi mutakhir.

Proyek Hexagon berada di bawah koordinasi Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA) dan sejalan dengan visi reformasi yang dipimpin Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Mohammed bin Salman.

Saat ini, Arab Saudi telah menempati peringkat teratas dunia dalam sejumlah indikator Global AI Index, termasuk strategi pemerintah di bidang kecerdasan buatan, demikian dikutip dari Gulf News, Jumat (9/1/2026).

SDAIA, yang didirikan pada 2019, berperan sebagai penggerak utama agenda data dan AI nasional. Otoritas ini mengawasi tata kelola data, big data, serta pengembangan dan regulasi kecerdasan buatan, sekaligus mendorong Arab Saudi menjadi tujuan utama investasi teknologi internasional di kawasan Timur Tengah.

Dalam beberapa tahun terakhir, SDAIA telah membangun ekosistem data terintegrasi paling maju di kawasan, lengkap dengan kerangka regulasi komprehensif, mulai dari Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi hingga standar AI generatif dan kerangka adopsi AI nasional.

Hexagon Data Centre akan menjadi fondasi jaringan pusat data nasional yang saling terhubung.

Jaringan ini diperkirakan memberikan dampak ekonomi kumulatif lebih dari 10 miliar riyal Saudi serta penghematan biaya tahunan lebih dari 1,8 miliar riyal Saudi, yang diharapkan memperkuat pertumbuhan ekonomi nonmigas dan meningkatkan kualitas layanan publik.

Dari sisi lingkungan, Hexagon dirancang sebagai pusat data hijau berskala besar. Fasilitas ini mengintegrasikan teknologi pendinginan canggih, sistem efisiensi energi, serta pemanfaatan energi terbarukan.

Proyek tersebut telah mengantongi sertifikasi LEED Gold dan diproyeksikan mampu menekan emisi karbon hingga 30.000 ton per tahun.

Selain itu, pusat data ini akan menampung lebih dari 290 sistem pemerintahan dan menjadi platform utama bagi adopsi kecerdasan buatan di sektor publik maupun swasta.

Upaya penguatan ekosistem AI Arab Saudi juga diperluas melalui pendirian perusahaan Humain dengan didukung dana kekayaan negara serta perusahaan minyak raksasa Aramco.

Humain dibentuk untuk mendorong ambisi agar masuk jajaran tiga besar negara dengan infrastruktur AI terkuat di dunia, bersaing langsung dengan Amerika Serikat dan China.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Fintech di Era AI, Dorong Efisiensi-Kurangi Risiko Gagal Bayar