Internasional

China Pamer Mesin "Masa Depan", Kuatnya 100 Kali Bumi

tfa,  CNBC Indonesia
07 January 2026 19:20
CHIEF1900. (X/@PLA_MilitaryUpd)
Foto: CHIEF1900. (X/@PLA_MilitaryUpd)

Jakarta, CNBC Indonesia - China kembali memamerkan lompatan teknologinya dengan menghadirkan CHIEF1900, mesin hipergravitasi pemecah rekor dunia yang mampu menciptakan gaya gravitasi hingga 100 kali lebih kuat dibanding Bumi. Mesin ini dirancang untuk mensimulasikan bencana ekstrem serta mempercepat penelitian fenomena alam dalam skala ruang dan waktu yang sebelumnya sulit dijangkau laboratorium.

CHIEF1900 merupakan sentrifugal hipergravitasi terbesar di dunia yang dibangun oleh Shanghai Electric Nuclear Power Group dan telah dikirimkan ke Universitas Zhejiang pada 22 Desember. Setelah terpasang, fasilitas ini akan digunakan untuk merekonstruksi peristiwa berisiko tinggi seperti kegagalan bendungan dan gempa bumi dalam kondisi laboratorium yang terkontrol.

Dengan kapasitas mencapai 1.900 g-ton, CHIEF1900 melampaui rekor global sebelumnya dan menempatkan China di posisi terdepan dalam riset hipergravitasi. Sebagai perbandingan, sentrifugal riset terbesar milik Korps Insinyur Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) berada di kisaran 1.200 g-ton.

Mesin ini memungkinkan ilmuwan menciptakan kondisi hipergravitasi, yakni gaya gravitasi jauh di atas gravitasi alami Bumi. Dalam kondisi tersebut, proses fisik dapat dipercepat, sehingga fenomena yang biasanya berlangsung bertahun-tahun hingga ribuan tahun dapat "dipadatkan" menjadi eksperimen berdurasi singkat.

"Di bawah hipergravitasi, kami dapat mempercepat proses fisik dan memampatkan rentang waktu yang sangat panjang menjadi eksperimen yang bisa dikelola di laboratorium," kata Chen Yunmin, kepala ilmuwan CHIEF sekaligus profesor di Universitas Zhejiang, dikutip dari South China Morning Post, Rabu (7/1/2026).

Dalam pengujian ketahanan bendungan, misalnya, peneliti dapat membangun model setinggi tiga meter dan memberinya tekanan setara struktur penuh dengan memanfaatkan gravitasi 100 kali Bumi. Pendekatan ini memberi gambaran lebih akurat mengenai potensi kegagalan struktur dan cara meningkatkan desain infrastruktur kritis.

Fasilitas CHIEF dibangun 15 meter di bawah tanah untuk meredam getaran dan menjaga stabilitas operasi. Proyek ini disetujui pada 2021 dengan anggaran sekitar 2 miliar yuan, serta melibatkan kolaborasi luas antara universitas, lembaga riset, dan industri, termasuk mitra internasional.

Pembangunan CHIEF1900 juga menghadirkan tantangan teknis besar, terutama terkait panas ekstrem akibat kecepatan rotasi tinggi. Para insinyur mengatasinya dengan sistem pendinginan berbasis vakum yang dikombinasikan dengan pompa vakum, pendingin gletser, dan ventilasi udara paksa guna menjaga suhu tetap stabil.

Chen menegaskan, ambisi China melalui CHIEF1900 tidak hanya terbatas pada simulasi bencana. Ini akan membawa negeri itu pada "teori" yang sepenuhnya baru.

"Kami ingin menciptakan lingkungan eksperimental yang mencakup rentang waktu dari milidetik hingga puluhan ribu tahun, serta skala dari atom hingga kilometer, dalam kondisi normal maupun ekstrem," ujarnya.

"Ini memberi kami peluang untuk menemukan fenomena atau teori yang sepenuhnya baru."

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Dunia Berubah Total, Manusia Sebentar Lagi Diganti Robot China


Most Popular
Features