MARKET DATA
INTERNASIONAL

Siaga Perang Asia! China Bangun "Kota" Baru di LCS, Lokasinya Dekat RI

Tommy Patrio Sorongan,  CNBC Indonesia
07 January 2026 14:30
Kepulauan Paracel ( visithainan.com.au)
Foto: Kepulauan Paracel ( visithainan.com.au)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China dilaporkan tengah melakukan aktivitas reklamasi lahan secara masif di wilayah terumbu karang yang disengketakan di Kepulauan Paracel, Laut China Selatan. Berdasarkan pantauan satelit terbaru, Beijing terindikasi kuat sedang memperluas pos terdepan miliknya di wilayah strategis tersebut, sebuah langkah yang berpotensi memicu ketegangan diplomatik lebih lanjut dengan negara-negara tetangga.

Citra satelit dari Sentinel-2 milik Badan Antariksa Eropa (ESA) menunjukkan bahwa aktivitas pengerukan pasir baru dimulai sejak pertengahan Oktober 2025 di Terumbu Antelope. Wilayah ini dikenal dengan nama Linyang Jiao di China atau Da Hai Sam di Vietnam.

Terumbu Antelope merupakan formasi karang bawah laut yang terletak di bagian barat Kepulauan Paracel, berjarak sekitar 250 mil dari kota Hue di Vietnam dan 175 mil dari pangkalan angkatan laut Sanya di Provinsi Hainan, China.

Laporan tersebut memerinci bahwa pengerukan terkonsentrasi di empat lokasi berbeda pada sisi timur dan selatan laguna Antelope. Lahan tambahan tampak direklamasi di kedua sisi pos terdepan yang sudah ada saat ini, termasuk pada fasilitas pelabuhan yang berdampingan.

Langkah ini menambah daftar panjang proyek reklamasi China yang sejak 2013 telah membangun 20 pos terdepan di Kepulauan Paracel dan tujuh di Kepulauan Spratly.

Pembangunan di Terumbu Antelope ini menyusul berbagai peningkatan infrastruktur yang telah dilakukan China sebelumnya, termasuk pemasangan jajaran antena baru dan unit yang menyerupai sistem peperangan elektronik bergerak di pulau-pulau yang telah dimiliterisasi sepenuhnya.

Analisis dari Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI) di bawah Center for Strategic and International Studies (CSIS) menegaskan bahwa peningkatan ini mencerminkan investasi strategis berkelanjutan Beijing di kawasan tersebut. Pihak AMTI memberikan catatan serius mengenai tujuan di balik pembangunan agresif ini.

"Peningkatan ini menegaskan fakta bahwa fungsi utama pangkalan China adalah untuk memberikan cakupan ISR [intelijen, pengawasan, dan pengintaian] yang tak tertandingi di Laut China Selatan. Hal ini mendukung operasi penjaga pantai dan angkatan laut China di masa damai, serta memungkinkan Beijing untuk menantang penggunaan spektrum elektromagnetik oleh pihak lain jika terjadi konflik," tulis AMTI dalam analisisnya.

Aktivitas ini menjadi sangat krusial mengingat China mengeklaim kedaulatan atas lebih dari 80% wilayah Laut China Selatan. Jalur perairan ini merupakan urat nadi perdagangan maritim global yang melayani hingga sepertiga dari total perdagangan dunia.

Di Kepulauan Paracel sendiri, klaim Beijing tumpang tindih dengan klaim dari Taiwan dan Vietnam, yang menjadikan setiap pembangunan fisik di wilayah ini sebagai isu sensitif. Hingga saat ini, pemerintah Vietnam belum mengeluarkan tanggapan resmi mengenai aktivitas pengerukan terbaru di Terumbu Antelope.

Namun, Hanoi sebelumnya dikenal sangat vokal dalam melayangkan protes keras terhadap pengumuman sepihak China mengenai garis pangkal teritorial baru di Teluk Tonkin. Di sisi lain, Vietnam juga dilaporkan telah meningkatkan aktivitas reklamasi versinya sendiri di Kepulauan Spratly, yang memicu protes balik dari pihak Beijing.

(tps/luc)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Siaga Perang Dekat RI! China Ancam Filipina soal LCS, AS Turun Tangan


Most Popular
Features