Ledakan Dahsyat di Antariksa, Planet Langsung Lenyap Seketika

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
03 January 2026 08:00
Tata Surya. (Dok. Nasa)
Foto: Ilustrasi. (Dok. Nasa)

Jakarta, CNBC Indonesia — Sebuah objek yang sempat diduga sebagai planet di luar Tata Surya tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Di balik lenyapnya objek misterius tersebut, para ilmuwan menemukan bukti ledakan kosmik dahsyat yang terjadi di sistem bintang terdekat dengan Bumi.

Fenomena itu terungkap dari pengamatan Teleskop Antariksa Hubble (HST) milik NASA di sistem bintang Fomalhaut, yang berjarak sekitar 25 tahun cahaya dari Bumi.

Cahaya terang yang awalnya diyakini sebagai eksoplanet ternyata bukan planet sama sekali, melainkan sisa ledakan hebat akibat tabrakan dua benda langit raksasa.

Para astronom pertama kali mendeteksi sebuah titik cahaya terang di sekitar bintang Fomalhaut dan menganggapnya sebagai planet yang memantulkan cahaya bintangnya.

Namun, dugaan tersebut runtuh ketika objek itu tiba-tiba lenyap dari pengamatan, dan tak lama kemudian muncul sumber cahaya baru di lokasi berbeda.

"Menemukan sumber cahaya baru di sabuk debu di sekitar sebuah bintang adalah sesuatu yang mengejutkan. Kami sama sekali tidak menduganya," ujar Jason Wang, astrofisikawan dari Northwestern University yang terlibat dalam penelitian ini. dikutip dari Science Daily, Sabtu (3/1/2025).

Setelah dianalisis lebih lanjut, tim peneliti menyimpulkan bahwa cahaya tersebut berasal dari awan puing bercahaya, sisa tabrakan dahsyat antara dua planetesimal, yakni objek berbatu besar mirip asteroid.

Tapi, yang membuat para ilmuwan heran, tabrakan ini ternyata bukan satu-satunya. Data Hubble menunjukkan dua peristiwa benturan besar terjadi di sistem Fomalhaut dalam kurun waktu sekitar 20 tahun. Padahal, secara teori, tabrakan sebesar itu seharusnya hanya terjadi sekali dalam ratusan ribu tahun.

"Kami menyaksikan dua ledakan kosmik dalam waktu yang sangat singkat. Ini benar-benar di luar dugaan," kata Paul Kalas, astronom dari University of California, Berkeley sekaligus penulis utama studi ini.

Ledakan tersebut menghasilkan awan debu raksasa yang memantulkan cahaya bintang dengan sangat terang, hingga menyerupai planet utuh. Namun seiring waktu, awan puing itu mengembang dan memudarm, membuat "planet" tersebut lenyap seketika.

Penemuan ini menjadi peringatan keras bagi para pemburu planet di seluruh dunia. Awan puing akibat tabrakan besar dapat menipu teleskop dan terlihat persis seperti planet sungguhan selama bertahun-tahun.

Dengan kata lain, bukan planet yang meledak, melainkan ilusi planet yang tercipta dari puing-puing tabrakan kosmik.

Temuan ini datang di saat para ilmuwan tengah bersiap mencari planet mirip Bumi menggunakan teleskop generasi baru seperti James Webb Space Telescope (JWST) dan Giant Magellan Telescope. Kesalahan identifikasi antara planet dan awan debu kini menjadi tantangan serius.

Ke depan, pengamatan lanjutan akan dilakukan menggunakan kamera inframerah JWST untuk mengungkap komposisi awan puing tersebut, termasuk apakah mengandung air atau es, unsur penting dalam pembentukan planet.

Studi berjudul "A second violent planetesimal collision in the Fomalhaut system" ini didukung oleh NASA melalui pendanaan dengan nomor penghargaan HST-GO-17139.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Astronom Berburu UFO, Ternyata Begini Caranya


Most Popular
Features