
Genjot Produk AI, Telkom Incar Lonjakan Pendapatan di Lini B2B

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mengincar kenaikan kontribusi pendapatan yang pesat dari lini usaha business-to-business. Salah satu faktor pendorongnya adalah lewat penawaran berbagai solusi teknologi kecerdasan buatan (AI) ke pelanggan korporasi dan pemerintahan.
Direktur Enterprise dan Business Service Telkom Veranita Yosephine menjelaskan saat ini kontribusi lini enterprise atau korporasi terhadap pendapatan Telkom baru sekitar 10 persen.
Kontribusi tersebut masih jauh di bawah rata-rata industri secara global. Sumbangan lini enterprise biasanya menyumbang lebih dari 35 persen pendapatan perusahaan dari industri digital.
"Rata-rata komposisi enterprise di atas 35 persen," kata Veranita dalam konferensi pers peluncuran AI Center of Excellence di sela Bali Annual Telkom International Conference (Batic) 2025, Jumat (29/8/2025). "Di Indonesia, bisnis solusi AI diperkirakan pertumbuhan tiap tahun mencapai 30 persen."
Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi mengungkapkan bahwa pasar solusi AI untuk korporat di Indonesia masih terbuka lebar, karena permintaan yang jauh lebih tinggi dari penawaran yang tersedia.
Telkom akan menawarkan solusi AI ke pelanggan korporat, pemerintahan, hingga UKM yang selama ini sudah menggunakan layanan konektivitas dan infrastruktur digital perusahaan. Solusi AI yang ditawarkan bagi korporat akan dibangun unik berdasarkan kebutuhan masing-masing.
"Solusinya berbasis pain point. Setelah pelanggan berdiskusi menceritakan permasalahannya, akan ada solusi produk yang unik. Harus dibundling satu kesatuan," katanya.
Veranita mengidentifikasi tiga industri yang paling berpotensi menggunakan solusi AI perusahaan yaitu industri manufaktur, perbankan, dan retail.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Telkom Optimalkan ESG, Beri Dampak Positif Bagi Masyarakat-Lingkungan
