Penuh Drama, Startup Soonicorn Bangkrut Usai Pecat Pendiri

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
25 January 2023 14:50
Co-founder Zilingo Ankiti Bose dan Dhruv Kapoor Foto: dok Zilingo

Jakarta, CNBC Indonesia - Zilingo, startup berbasis Singapura, akan masuk likuidasi dalam waktu dekat.

Menurut Bloomberg, dewan startup teknologi fashion itu telah menunjuk EY Corporate Services sebagai likuidator sementara.

Kreditornya, Varde Partners dan Indies Capital Partners, dilaporkan telah menemukan pembeli untuk beberapa asetnya. 

Ketika ditanya, Zilingo menolak memberikan komentar kepada Bloomberg. Namun, pemegang saham dan kreditor utama dilaporkan telah diberitahu tentang keputusan tersebut.

Proses likuidasi ini menunjukkan jatuhnya sebuah startup yang pernah menjadi favorit, tidak hanya di kancah teknologi Singapura tetapi juga di Asia Tenggara, dikutip Rabu (25/1/2023).

Skandal Zilingo diawali dengan pemecatan salah satu pendiri dan mantan CEO, Ankiti Bose. 

"Menyusul penyelidikan yang dipimpin oleh firma forensik independen yang ditugaskan untuk memeriksa keluhan penyimpangan keuangan yang serius, perusahaan memutuskan menghentikan pekerjaan Ankiti Bose dengan alasan, dan berhak melakukan tindakan hukum yang sesuai," kata perusahaan dalam pernyataannya, dikutip dari Economic Times, Jumat (20/5/2022).

Setelah Bose, mundur beberapa anggota dewan komisaris Zilingo juga mundur termasuk CEO GoTo Andre Soelistyo. Tak lama setelah itu, pendiri Zilingo yang lain, Dhruv Kapoor, mengikuti jejak Bose hengkang dari perusahaan.

Pada puncaknya, perusahaan tersebut telah mengumpulkan lebih dari US$300 juta dari beberapa investor terkemuka, termasuk Temasek Holdings dan Sequoia Capital India, cabang regional dari perusahaan Silicon Valley yang mendukung Apple dan Google.

Selangkah jadi unicorn

Zilingo pernah memiliki sekitar 600 karyawan di delapan negara dan mengumpulkan US$226 juta pada awal 2019 dalam putaran pendanaan terakhir, yang membuat valuasi perusahaan menjadi sekitar US$970 juta (Rp 15 triliun)

Namun masalah mulai muncul setelahnya, saat dewan startup yang semakin khawatir dengan kinerja keuangan dan pengeluaran yang boros.

Pada tahun 2018, Zilingo dilaporkan mengeluarkan US$1 juta untuk mengirim sejumlah influencer media sosial ke Maroko untuk liburan tiga hari, termasuk menunggang unta, perjalanan balon udara, kelas yoga, dan makan malam gourmet.

Namun, seorang sumber mengatakan kepada Bloomberg bahwa kampanye pemasaran tersebut gagal total, karena hanya mendatangkan 10.000 pengguna baru, bukan satu juta pelanggan yang diproyeksikan.

Zilingo tidak mengajukan laporan keuangan tahunan, persyaratan dasar untuk semua bisnis seukurannya di Singapura, selama dua tahun, 2020 dan 2021, dan pandemi COVID-19 juga menekan pendapatan Zilingo.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Resmi! Startup Furniture Fabelio Dinyatakan Pailit


(tib)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading