Jokowi di Depan Biden Cs: Masih Ada Miliaran Orang 'Gaptek'

Tech - Rahajeng Kusumo, CNBC Indonesia
16 November 2022 13:05
Jokowi di G20 INDONESIA 2022, Bali, 16 November 2022 Foto: Jokowi di G20 INDONESIA 2022, Bali, 16 November 2022

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut masih ada miliaran orang di berbagai belahan dunia yang belum terhubung internet, di mana mayoritasnya di negara kurang berkembang.

Hal tersebut dikemukakan Jokowi saat memberikan opening speech dalam pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Working Session 3 Bertema Transformasi Digital di The Apurva Kempinski, Bali, Rabu (16/11/2022).

"Ada tiga hal yang harus jadi fokus. Kesetaraan akses digital, US$ 2,9 miliar penduduk dunia belum terhubung internet, termasuk 73% penduduk negara kurang berkembang," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, infrastruktur digital juga saat ini masih belum merata, di mana sebanyak 390 juta orang yang tinggal di wilayah tanpa internet nirkabel.

"Ketimpangan ini harus diperbaiki. G20 harus bisa memobilisasi investasi infrastruktur digital yang terjangkau buat kita semua," katanya.

"Literasi digital, melek digital membuka pilihan tapi keharusan. Literasi digital harus menjangkau semua agar bisa berpartisipasi untuk ekonomi masa depan. G20 harus menggerakkan ekonomi bersama penguatan kapasitas digital bagi negara berkembang," katanya.

Jokowi menegaskan, ekonomi digital adalah kunci masa depan ekonomi dunia, dan sudah terbukti menjadi salah satu industri yang bertahan kala pandemi. Ekonomi digital mampu menyumbang 15,5% terhadap produk domestik bruto (PDB) global.

"Sebagai presidensi G20, Indonesia mendorong transformasi digital untuk mempercepat pemulihan ekonomi global dan di bawah presidensi Indonesia, digital ekonomi grup mulai berjalan," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ekonomi Digital RI Bisa Naik 8 Kali Lipat, Capai Rp4.531 T


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading