Tegas! Ini Arahan Keras Jokowi Soal Ekonomi Digital

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
16 July 2022 19:15
Jokowi Foto: Jokowi

Bali, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Joko Widodo ) memberikan arahan terkait ekonomi digital dalam acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia 2022 yang merupakan bagian rangkaian acara pertemuan negara G20.

Arahan Jokowi disampaikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di di Nusa Dua, Bali, Senin (11/7/2022).

"Berbagai inisiatif keuangan digital didorong oleh penguatan karakter untuk berubah, berani dan kreasi hal-hal baru. Memotivasi kita jadi pemain digital di negara sendiri dan pemain utama di pasar global untuk pemulihan ekonomi nasional," jelasnya.

Ekonomi digital menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan G20. Menurutnya ini merupakan kesempatan untuk memantapkan kebijakan agar tercipta pondasi Indonesia maju

"Sinergi untuk dorong stabilitas untuk perbaikan ekonomi untuk upaya pemulihan. Pemulihan kesehatan dan kelembagaan didorong agar efisiensi dan produktivitas bisa dicapai," ujarnya.

"Presidensi G20 recover together recover stronger, momentum penguatan ekonomi terutama memperkuat, termasuk digitalisasi layanan keuangan, pembayaran antar negara dan regulasi cukai antar pajak bea masuk antar negara," papar Jokowi.

Hal lain yang tidak boleh terlupakan adalah dorongan terhadap UMKM. "Akselerasi UMKM diharapkan mendorong produk-produk nasional di pasar digital. Keseimbangan inovasi dan stabilitas, dan eksosistem keuangan digital dan kawasan," pungkasnya.

Kini Indonesia sudah memiliki 2.391 startup, 2 decacorn dam 8 unicorn. Tahun 2021 perdagangan digital mencapai Rp 401 triliun seiring dengan meningkatnya akseptasi dan preferensi belanja secara online atau daring, didukung sistem pembayaran digital.

"Indonesia menjadi tujuan investasi digital terpopuler di Asia Tenggara atau mewakili 40% digitalisasi di Asia Tenggara yang nilainya Rp 300 triliun. Didukung perbaikan iklim usaha yang kondusif," ungkapnya.

Potensi ekonomi digital pada 2025 diperkirakan bisa mencapai Rp 146 miliar. Kemudian pada 2030 bisa naik delapan kali, menjadi Rp 4.531 triliun. Nilai uang elektronik naik 32,25%.

Transaksi QRIS juga berhasil tumbuh 245% dan nilai transaksi digital banking meningkat 20,82% secara tahunan.

"Digitalisasi ekonomi dan keuangan terakselerasi dengan perbaikan inklusif yang diselenggarakan BI dan DNKI, tercatat kepemilikan akun 65% dan optimis inklusi keuangan di angka 90% di 2024 dengan penguatan sinergi dan implementasi di tingkat nasional dan daerah," paparnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Guo Ping: Huawei Dukung Pembangunan TIK di RI


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading