IndiHome Siap Balikin Kejayaan Budaya Batik di Laweyan

Tech - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
14 November 2022 18:00
IndiHome Foto: dok IndiHome

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemilik Batik Mahkota Laweyan, Alpha Febela Priyatmono bersama juragan batik dan tokoh masyarakat Laweyan menginisiasi lahirnya Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL). Pembentukan forum tersebut dilakukan dengan bersinergi bersama Indihome dalam mendukung proses digitalisasi Kampoeng Batik Laweyan.

Forum ini bertujuan untuk mengembalikan budaya membatik di Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah yang telah turun temurun sejak tahun 1546 atau pada masa kerajaan Pajang, dimana kini sudah mulai terdisrupsi dengan hadirnya tekstil bermotif batik atau batik printing.

"Kami menjalin sinergi dengan berbagai pihak untuk menggeliatkan kembali warisan adiluhung batik di Laweyan. Termasuk menjalin sinergi dengan IndiHome yang memiliki peran strategis dalam mendukung proses digitalisasi Kampoeng Batik Laweyan," ujar Alpha dalam keterangan tertulis, Selasa (8/11/2022).

Sementara itu, Ketua IT Kampung Batik Laweyan Arief Budiman Effendi mengaku peran internet bagi warga Laweyan sangat dibutuhkan untuk mengenalkan dan memasarkan produk batik lebih luas secara digital.

Dengan sinergi ini, Arief mengharapkan proses digitalisasi dari pelaku usaha di Laweyan semakin meningkat. Sinergi tersebut diwujudkan melalui dukungan Kampung Digital Laweyan by IndiHome. Harapannya, peran IndiHome di Laweyan semakin dapat meningkatkan kemampuan atau skill warga di bidang digital marketing dan literasi keuangan.

"Salah satu kegiatan yang menjadi daya tarik Kampung Digital Laweyan by IndiHome adalah IndiClass Digital Marketing, yaitu pelatihan kelas digital marketing untuk membantu pemasaran produk digital bagi pelaku usaha dan pengrajin batik di Laweyan," jelasnya.

Target dari Laweyan tidak hanya dikenal sebagai pusat batik tertua di Indonesia saja, tapi juga produk dari pengrajin batik di sana dapat di ekspor ke berbagai kota di luar negeri. Hingga saat ini beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Thailand dan Singapura sudah dipasok dari Laweyan.

Lebih dari itu, Arief dan Alpha sedang mengupayakan proses Laweyan sebagai pusat batik yang ramah lingkungan. Goalsnya, Solo menjadi rujukan green batik atau sebagai kota batik ramah lingkungan dunia.

Agar lebih menggeliat, setiap tahunnya diadakan ragam kegiatan seni dan budaya yang melibatkan masyarakat luas, seperti pagelaran wayang, pentas musik keroncong hingga kelas membatik untuk generasi milenial.

Biasanya kegiatan tersebut dilaksanakan pada bulan September akhir dengan puncak acara digeser untuk menyambut peresmian Kampung Digital Laweyan by IndiHome.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Soal Isu Kebocoran Data, Ini Cara Indihome Jaga Data Pengguna


(dpu/dpu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading