Meta Pecat 11.000, Ini Daftar PHK Massal Raksasa Teknologi

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
10 November 2022 07:45
Duh! META Bakal PHK Ribuan Karyawan Foto: CNBC Indonesia TV

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam sebuah laporan terbaru, Meta dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Sebanyak lebih dari 11 ribu atau 13% dari 87 ribu pegawai induk perusahaan Facebook itu akan dirumahkan.

Kabar tersebut melengkapi daftar panjang raksasa teknologi dunia yang merumahkan banyak pegawainya. Berikut daftarnya, dirangkum Kamis (10/11/2022):

1. Meta

A smartphone with Meta logo and a 3D printed Facebook logo is placed on a laptop keyboard in this illustration taken, October 28, 2021. REUTERS/Dado Ruvic/IllustrationFoto: Meta (REUTERS/Dado Ruvic)

Sebelumnya, Wall Street Journal telah melaporkan Meta akan melakukan PHK pada ribuan karyawannya. Untuk keputusannya tersebut CEO Mark Zuckerberg beralasan dengan tujuan membuat perusahaan lebih ramping dan efisien.

"Hari ini saya membagikan beberapa perubahan tersulit yang kami buat dalam sejarah Meta," kata Zuckerberg dalam surat kepada karyawan dimuat CNBC International.

Selain itu pada 2023 mendatang Meta juga akan memperkerjakan lebih sedikit orang. Pembekuan perekrutan dilakukan hingga Q1-2023 dengan beberapa pengecualian.

Jumlah pegawai yang terkena kebijakan PHK Meta adalah yang paling besar di industri teknologi. Total pegawai yang terimbas mencapai 11.000 orang. Mereka diberhentikan dengan pesangon 16 pekan gaji, atau sekitar 4 bulan ditambah pesangon senilai 2 minggu gaji untuk setiap tahun masa kerja.

2. Twitter

A sign is pictured outside the Twitter headquarters in San Francisco, Wednesday, Oct. 26, 2022. A court has given Elon Musk until Friday to close his April agreement to acquire the company after he earlier tried to back out of the deal. (AP Photo/Godofredo A. Vásquez)Foto: AP/Godofredo A. Vásquez

Usai dimiliki Elon Musk, setengah dari jumlah pegawai Twitter atau sekitar 3.750 orang dirumahkan. PHK tersebut dialami bukan hanya pada pegawai di kantor pusat namun juga beberapa negara termasuk Indonesia.

Sebelum PHK besar-besaran tersebut, sejumlah eksekutif sudah lebih dulu dipecat tak lama setelah kesepakatan akuisisi US$44 miliar resmi terjadi. Salah satu yang terdampak adalah Parag Agrawal, yang sebelumnya merupakan CEO Twitter.

Namun Bloomberg mengabarkan, Twitter telah meminta beberapa orang yang dirumahkan kembali ke perusahaan dengan alasan salah pecat.

3. Microsoft

FILE PHOTO: A Microsoft store is pictured in New York City, New York, U.S., August 21, 2018. REUTERS/Carlo Allegri/File Photo  GLOBAL BUSINESS WEEK AHEADFoto: Microsoft (REUTERS/Carlo Allegri/)

Berdasarkan laporan Axios, Microsoft merumahkan banyak pegawainya pada Oktober lalu. Jumlahnya mencapai 1.000 orang atau 1% jika berdasarkan total pegawai 221 ribu berdasarkan laporan 30 Juni 2022 lalu.

"Seperti semua perusahaan, kami mengevaluasi prioritas bisnis kami secara reguler dan melakukan penyesuaian struktural. Kami akan terus berinvestasi di bisnis kami dan menambah pegawai di area kunci dalam tahun-tahun ke depan," kata juru bicara Microsoft kepada Axios.

Sementara itu laporan Bloomberg menyebutkan Juli lalu Microsoft juga mengumumkan adanya penyesuaian peran serta grup bisnis. Ini terjadi setelah akhir tahun fiskal pada 30 Juni 2022 lalu.

4. Amazon

Amazon GoFoto: CNBC
Amazon Go

Amazon juga melakukan PHK massal pada 99 ribu orang pegawainya. Kabarnya keputusan ini membuat total karyawannya menjadi 1,52 juta orang.

Sebelumnya Amazon memang merekrut pegawai secara besar-besaran hingga dua kali lipat. Ini terjadi karena perusahaan membutuhkan staf gudang untuk memenuhi permintaan pelanggan.

5. Shopify

The logo of Shopify is seen outside its headquarters in Ottawa, Ontario, Canada, September 28, 2018. REUTERS/Chris WattieFoto: Shopify (REUTERS/Chris Wattie)

Shopify memangkas pegawainya mencapai 1.000 orang. Perusahaan e-commerce itu juga melakukan perekrutan pekerja pada 2020 sejalan dengan pertumbuhan jumlah toko dan restoran yang bermigrasi ke online setelah lockdown Covid-19 di sejumlah negara di dunia.

Menurut CEO Shopify, CEO Tobi Lutke mengatakan dirinya salah memperhitungkan langkah terkait lamanya ledakan e-commerce yang terjadi karena pandemi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Twitter Dikabarkan PHK Gede Akhir Oktober, Ini Kata Elon Musk


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading