Canggih! RI Bakal Punya Pusat Data Nasional, Ini Updatenya

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
09 November 2022 14:45
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mulai melakukan pembangunan Pusat Data Nasional (PDN) di kawasan Deltamas, Cikarang, Jawa Barat. (CNBC Indonesia/Intan Rakhmayanti Dewi) Foto: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mulai melakukan pembangunan Pusat Data Nasional (PDN) di kawasan Deltamas, Cikarang, Jawa Barat. (CNBC Indonesia/Intan Rakhmayanti Dewi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mulai melakukan pembangunan Pusat Data Nasional (PDN) di kawasan Deltamas, Cikarang, Jawa Barat.

Mulainya pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate pada Rabu (9/11/2022).

"Pusat data ini dibiayai 85 persen oleh pemerintah Prancis dan 15 persen APBN rupiah murni," ujar Johnny saat ditemui di lokasi peletakan batu pertama PDN.

Dengan total nilai kontrak 164,6 juta Euro. kapasitas pusat data nasional yang akan dibangun memiliki prosesor 25.000 core, storage 40 petabyte dan memori 200TB.

Selain itu dilengkapi dengan power supply atau listrik yang disediakan pada saat pertama sebesar 20 megawatt yang nanti dapat ditingkatkan sampai dengan 80 megawatt.

Pusat data ini dibangun dengan standar internasional tier 4 dan watercooling sistem sesuai standar tier 4 global.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mulai melakukan pembangunan Pusat Data Nasional (PDN) di kawasan Deltamas, Cikarang, Jawa Barat. (CNBC Indonesia/Intan Rakhmayanti Dewi)Foto: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mulai melakukan pembangunan Pusat Data Nasional (PDN) di kawasan Deltamas, Cikarang, Jawa Barat. (CNBC Indonesia/Intan Rakhmayanti Dewi)

"Saya secara pribadi juga minta untuk didukung nanti dengan sistem security yang tinggi, dalam hal ini keamanan pusat datanya ya," tutur Menkominfo. "Proyek ini dibangun dengan model desain and build, sesuai atau untuk memenuhi standar spesifikasi yang tadi saya sebutkan," imbuhnya.

Pembangunan pusat data nasional pertama ini dilaksanakan dalam 24 bulan sejak efektif kontrak.

Adapun tanggal efektif dimulai dari terpenuhinya semu condition precedents yang ada di dalam kontrak. Dan condition precedents terakhir dipenuhi adalah pembayaran uang muka yang sudah dilaksanakan sebesar 15% atau setara dengan Rp 376 miliar.

"Saya tentu berharap ini bisa selesai dalam periode pemerintahan Pak Joko Widoso, kabinet Indonesia maju," kata Johnny.

Setelah selesai dibangun, DPN kawasan Jabodetabek ini diharapkan dapat berfungsi sebagai konsolidasi data, interoperabilitas data pemerintah yang selama ini digunakan melalui 2.700 pusat data dan server yang tersebar secara nasional, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

"Jadi dengan pembangunan peserta ini jika selesai nanti kita harapkan ada efisiensi dan tata kelola pusat data yang lebih memadai yang lebih efisien di Indonesia." pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Perkuat Keamanan Data Lewat Pembangunan Pusat Data Nasional


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading