Pabrikan Motor Listrik Gojek Baru Dapat Utang Triliunan

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
29 September 2022 09:55
Pengemudi ojek daring mengganti baterai sepeda motor listriknya di stasiun pengisian baterai listrik (Swapping Station) di Kuningan, Jakarta, Senin (30/5/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Pengemudi ojek daring mengganti baterai sepeda motor listriknya di stasiun pengisian baterai listrik (Swapping Station) di Kuningan, Jakarta, Senin (30/5/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan ekosistem sepeda motor listrik asal Taiwan, Gogoro telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit lima tahun senilai US$345 juta (lebih dari Rp 5,2 triliun) untuk meningkatkan likuiditas di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti.

Pinjaman tersebut berasal dari sekelompok 10 bank sindikasi yang dipimpin oleh Mega International Commercial Bank Co.

Gogoro akan menggunakan dana tersebut untuk melunasi utang yang ada, mengamankan pasokan sel energi untuk baterai, mendukung operasi di Taiwan dan menyediakan modal kerja sesuai kebutuhan, menurut juru bicara perusahaan, dikutip dari TechCrunch, Kamis (29/9/2022).

Perusahaan akan memiliki opsi untuk memperpanjang pinjaman selama dua tahun tambahan dan mendapatkan diskon jika terus memenuhi tujuan pengurangan karbonnya.

Dana segar datang sebulan setelah Gogoro merilis hasil pendapatan kuartal kedua. Laporan tersebut menunjukkan perusahaan masih tumbuh, tetapi harus berhati-hati, mengingat kondisi pasar dan ekonomi makro.

Awal bulan ini, Gogoro meluncurkan stasiun pertukaran baterai dan skuter listriknya di Israel dan memilih pilot pertukaran baterai EV pertama di Singapura.

Pada November tahun lalu, perusahaan meluncurkan stasiun pertukaran baterai di China, yang beroperasi di bawah merek Huan Huan, yang merupakan kemitraan antara Gogoro dan pembuat kendaraan roda dua listrik Yadea dan DCJ.

Gogoro go public melalui merger dengan perusahaan akuisisi tujuan khusus (SPAC) pada bulan April. Minat dari pasar untuk mendanai perusahaan hasil merger dengan SPAC belakangan berkurang.

Sekarang, perusahaan SPAC yang fokus di EV sedang berjuang dengan masalah produksi, tekanan inflasi, dan kemacetan rantai pasokan yang menurunkan valuasi dan menimbulkan rintangan terhadap likuiditas. Baru-baru ini, Nikola dan Lucid Motors, dua EV SPAC lainnya, mengatakan bahwa mereka perlu mengumpulkan lebih banyak uang untuk membawa kendaraan mereka ke pasar.

Di Indonesia, Gogoro bekerja sama dengan perusahaan patungan Gojek dan TBS Energi, yaitu Electrum, untuk membangun ekosistem sepeda motor listrik. Sepeda motor listrik dan fasilitas pertukaran baterai yang digunakan oleh mitra gojek, adalah hasil produksi Gogoro.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tertangkap Kamera, Benarkah Gojek Sudah Masuk ke Malaysia?


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading