Perintah Erick Thohir: BUMN Jangan Jadi Dinosaurus

Tech - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
26 September 2022 19:21
Menteri BUMN Erick Thohir Foto: Menteri BUMN Erick Thohir

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan, alasan dibalik pembuatan ekosistem Startup yang bersinergi dengan BUMN untuk menciptakan kekuatan digital secara menyeluruh.

"Kita coba untuk memastikan eksosistem yang ada di BUMN itu jadi bagian yang tidak hanya perbankannya, tapi di logistiknya, di perkebunannya, di Pertamina, PLN dan lain-lain," ujarnya secara virtual, Senin (26/9/2022).

Erick menjabarkan, saat ini Kementerian BUMN pun telah memberikan fasilitas pendanaan melalui Himbara, dalam hal ini dana besar yang hampir diinvestasikan pada 326 Startup. Ia ingin, tidak hanya sekedar berinvestasi namun menyinergikan ekosistem yang ada menjadi besar dengan keunikannya masing-masing.

"Sebenarnya kalau kita sinergikan ekosistem yg ada itu menjadi Quick win dengan jumlah bagaimana ekosistem BRImo, livin, My Telkomsel jumlahnya cukup banyak dan metaverse nya sendiri punya keunikan. Itu yang harus diisi. Yang isi tadi yang para eksistem Startup itu," ungkapnya.

Selain pendanaan, pemberian pendampingan yang juga dilakukan dengan merajut bersama swasta, UMKM, dan BUMN sendiri dapat menciptakan percepatan realisasi. Harapannya sinergitas tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan untuk mendongkrak perekonomian Indonesia.

"Kita selalu berat ketika kita harus yang namanya lari marathon. Membangun ekosistem adalah lari marathon. Yang perlu waktu 1-5 tahun ini terus bersinergi. Saya sangat berharap pertemuan hari ini adalah langkah awal bukan akhir yg terus bisa berlanjut," tuturnya.

Erick menambahkan, Ia tidak ingin BUMN menjadi dinosaurus atau menjadi menara gading yang enak dilihat tapi keras dipegang. Sebab, dunia berubah dengan cepat. Jangan sampai sepertiga kekuatan ekonomi terbesar justru tidak adaptif dengan perubahan yang dinamis

"Kesempurnaan ini belum terjadi, karena ini kita bersama-sama private sektor atau khususnya Startup bisa terjadi perbaikan-perbaikan bagaimana waktu kita mengintervensi atau menjaga keseimbangan bisa lebih naik. Ini yang kuta coba dorong apalagi kalau kita sadari sama-sama," imbuhnya.

Harapannya, hal ini dapat mendorong dan merealisasikan pertumbuhan ekonomi 5% di setiap tahunnya hingga 2045 mendatang. "Karena itu Indonesia harus mencari pusat pertumbuhan ekonomi baru," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Telkom Luncurkan Metanesia, Erick: Jangan Sampai Tertinggal


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading