PPATK Bongkar Omset Judi Online di RI, Awas Kaget!

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
23 August 2022 18:25
Ilustrasi judi online di smartphone (Freepik) Foto: Ilustrasi judi online di smartphone (Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Omset judi online di Indonesia menyentuh angka fantastik. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut nilainya mencapai Rp 2 triliun per tahun.

"Uang judi nilainya tidak sedikit, Rp 2 triliun per tahun. Ini kalau tidak sama-sama kita selesaikan ya ini akan mempengaruhi ekonomi kita," kata Koordinator Kelompok Hubungan Masyarakat PPATK, M Natsir Kongah dalam Squawk Box belum lama ini, Selasa (23/8/2022).

Dia mengatakan judi online merugikan bagi negara dan juga individu. Misalnya saja fenomena menggadaikan rumah hingga mencuri untuk bisa bermain judi sering ditemui.

Sementara itu judi online juga akan mengganggu ekonomi Indonesia. Natsir mengatakan pemerintah berupaya memasukkan kembali uang-uang yang disimpan dari luar negeri dengan beragam pendekatan, termasuk amnesty.

"Di sisi lain ketika judi online tidak kita selesaikan secara bersama merugikan," ungkapnya.

Natsir menjelaskan semua pihak mulai dari Kementerian Kominfo hingga PPATK melakukan fungsinya untuk memberantas judi online. Masyarakat juga harus ikut andil dalam hal ini dengan tidak tergiur dalam permainan tersebut.

"Terlebih masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan janji-janji judi dengan permainan-permainan mengasyikan sehingga merugikan masyarakat yang ada," jelas Natsir.

Sebelumnya Kementerian Kominfo melakukan pemblokiran pada 566.332 konten terkait perjudian. Termasuk akun platform digital dan situs yang membagikan konten kegiatan judi.

Pemblokiran ini telah dilakukan sejak tahun 2018 lalu. Saat itu pemutusan akses dilakukan pada 84.484 konten, berikutnya 2019 memblokir 78.306 konten, 2020 ada 80.305 konten, 2021 204,917 konten, dan pada 2022 hingga 22 Agustus sebanyak 204,917 konten.

"Pemutusan akses tersebut dilakukan berdasarkan hasil temuan patroli siber, laporan dari masyarakat, dan laporan instansi pemerintah atas penemuan konten yang memiliki unsur perjudian," tutur Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan dalam keterangan resminya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Waspada Modus Judi Online! Jangan Bagi Nomer Rekening Pribadi


(npb/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading