Punya 'Bekingan' Raffi Ahmad, Startup Ini Calon Raksasa Asia

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
17 August 2022 06:21
Wafa Taftazani - Founder & CEO - UpBanx Foto: Wafa Taftazani - Founder & CEO - UpBanx

Jakarta, CNBC Indonesia - Setidaknya ada 10 perusahaan yang diprediksi akan menjadi startup kelas kakap di kawasan Asia Pasifik. Hal tersebut terungkap dalam laporan Emerging Giants in Asia Pasific yang diterbitkan oleh KPMG bersama HSBC.

Di antara startup tersebut ada nama UpBanx, sebuah platform keuangan untuk pelaku ekonomi kreatif, seperti kreator konten, influencer, agensi, hingga brand.

UpBanx menjadi salah satu startup yang disuntik dana oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.


Founder & CEO, UpBanx Wafa Taftazani, mengatakan dirinya mengenal Raffi dari tahun 2017, ketika masih bekerja di YouTube dan Raffi baru saja memulai kanal YouTube-nya.

"Saya membantu mengenalkan YouTube ke tim Rans Entertainment waktu itu dan mengawal perkembangannya sampai saya keluar dari Google di akhir tahun 2021," tuturnya melalui email kepada CNBC Indonesia, dikutip Rabu (17/8/2022).

Hubungan baik ini berlanjut hingga akhirnya Rans Ventures milik Raffi dan Nagita berinvestasi di UpBanx dan VCGamers.

Layanan keuangan di dalam UpBanx semua disediakan melalui kerja sama dengan lembaga-lembaga keuangan yang sudah terlisensi oleh regulator.

Untuk saat ini, layanan yang sudah tersedia adalah pendanaan modal kerja, pendanaan faktur, pendanaan purchase order yang bekerja sama dengan Modal Rakyat, dan deposito yang bekerja sama dengan BPR Sentral Mandiri.

"Ke depannya, kami akan akan menyediakan juga layanan pendanaan lain seperti misalnya KPR, KPM, dll, dan juga kartu kredit, transfer gratis, dan juga investasi," kata Wafa.

Wafa menyebut hingga saat ini pengguna UpBanx jumlahnya mencapai ratusan. Kendati demikian ia tak memerinci berapa jumlah pastinya. Total dana dan deposito yang telah mereka salurkan ke kreator dan influencer sudah mencapai ratusan miliar rupiah.

Dunia fintech khusus pelaku ekonomi kreatif, menurut Wafa, sangat potensial. Salah satu potensi yang belum digarap adalah regulasi soal HAKI sebagai jaminan untuk pinjaman.

Dia menilai regulasi tersebut membuka lebih banyak jalan untuk UpBanx bekerja sama dengan lebih banyak lembaga keuangan dan menawarkan lebih banyak lagi layanan seperti pendanaan investasi (capex), kartu kredit, dan asuransi.

Kuncinya, kata dia, bagaimana HAKI sebagai jaminan ini bisa dimasukkan ke dalam proses penilaian kredit (credit scoring).

Namun, Wafa mengakui bahwa butuh waktu sehingga pelaku industri finansial bisa memahami dan mengadopsi secara penuh cara menilai kelayakan kredit berdasarkan karya kreatif.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tak Cuma di Silicon Valley, Startup RI Pernah PHK Pegawai


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading