Investor Startup Global Rugi Ratusan Triliun, di Indonesia?

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
16 August 2022 15:20
Go Public & Nama Besar, Startup Ini Tutup Nunggak Sewa Kantor Foto: Infografis/Go Public & Nama Besar, Startup Ini Tutup Nunggak Sewa Kantor/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor startup global sedang dilanda kerugian besar. Sebut saja Tiger Global Management dan SoftBank Group.

Softbank bahkan berencana untuk melakukan PHK kepada karyawan di unit investasi Vision Fund. Vision Fund membukukan kerugian US$ 23,1 miliar atau sekitar Rp 344 triliun pada kuartal April-Juni, karena valuasi yang menguap dari investasi yang mereka tanam.

Untuk diketahui, SoftBank berinvestasi pada GoTo, eFishery, dan Modalku melalui unit Vision Fund. Selain itu, Grab juga meraih kucuran dana besar dari Vision Fund

Sementara itu, separuh dari nilai aset Tiger Global Management dilaporkan menguap hanya dalam 6 bulan.

Menurut Reuters, nilai aset dana kelolaan utama (flagship fund) milik Tiger Global terpangkas 50% sepanjang semester I 2022. Ini memperdalam laju kerugian fund dari 24,7% yang dibukukan pada kuartal pertama 2022.

Informasi tersebut didapatkan oleh Reuters dari surat Tiger Global ke investor. Alasan kerugian, dalam surat tersebut, adalah dampak dari inflasi global ke pasar finansial yang di luar perkiraan.

Di Indonesia, Tiger Global berinvestasi di unicorn fintech Xendit. Selain itu, mereka juga mendanai Ruangguru, Ayoconnect, dan Ula.

Lalu bagaimana dengan di Indonesia?

Menurut Bendahara Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani, startup Indonesia rata-rata masih dalam periode pertumbuhan atau growth. Pasar finansial, publik dan sekunder, pendukung investasi startup juga belum matang.

Badai PHK Mulai Hinggapi Startup, Apa Sebabnya? (CNBC Indonesia TV)Foto: Badai PHK Mulai Hinggapi Startup, Apa Sebabnya? (CNBC Indonesia TV)

Jadi, sampai sekarang masih belum ada dampak drastis seperti yang ada di pasar luar negeri.

"Sehingga saat ini belum nampak dampak yang drastis seperti market di luar," kata dia saat dihubungi CNBC Indonesia.

Edward juga menyebut ada banyak laporan analis dari beberapa konsultan perusahaan besar yang menyatakan proyeksi pertumbuhan industri startup di Indonesia masih kuat hingga 2025.

Menurut Laporan e-Conomy SEA 2021 yang dirilis oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai US$70 miliar pada 2021 dan diperkirakan menyentuh US$146 miliar pada 2025.

Dalam laporan Cento Ventures, Indonesia bersaing dengan Singapura sebagai penerima investasi startup terbesar sepanjang 2021. Menurut catatan, 42% dari modal diinvestasikan di startup Indonesia.

Pada 2021, nilai investasi startup di Indonesia mencapai US$5,96 miliar atau sekitar Rp 85,8 triliun, sedangkan Singapura mencatatkan US$ 4,83 miliar atau sekitar Rp 69,6 triliun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Susah IPO, Startup Besar Gencar Caplok Startup Kecil


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading