Makin Sengit, Ini Daftar 'Pasangan' Ecommerce-Dompet Digital

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
12 August 2022 08:05
Ilustrasi Tokopedia ecommerce Foto: Ilustrasi Tokopedia (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kehadiran e-commerce membuat hidup menjadi mudah. Apalagi didukung dengan ekosistem yang memadai, seperti dompet digital atau e-wallet.

Para startup teknologi yang kini sudah jadi perusahaan raksasa pun dulu sempat berlomba mendorong penggunaan e-wallet internal masing-masing. Termasuk perusahaan e-commerce.

Namun, pada akhirnya, kombinasi antara seleksi pasar dan campur tangan regulasi Bank Indonesia membuat peta persaingan dompet digital makin sempit. Akhirnya, perusahaan sebesar Tokopedia dan Bukalapak dulu harus rela menutup dompet digital milik mereka.

Bagi perusahaan e-commerce hubungan yang erat dengan e-wallet memberi mereka keleluasaan dalam memanen data yang lebih banyak serta menggelar program promosi. Bagi perusahaan dompet digital, platform e-commerce menyediakan pengguna rutin dengan frekuensi penggunaan lebih tinggi.

Namun, meskipun setiap perusahaan punya mitra "erat" masing-masing tidak berarti ada sebuah dompet digital eksklusif. Biasanya, dompet digital "pasangan" ditempatkan di posisi khusus di antarmuka utama serta menjadi alat pembayaran default.

Tren merger dan akuisisi, terutama antara Tokopedia dan Gojek menjadi GoTo kini seakan mengacak peta kerja sama antara perusahaan e-commerce dan dompet digital. Salah satu perubahan yang paling signifikan adalah pergeseran "dompet utama" di Tokopedia dari OVO menjadi GoPay. 

Kerja sama e-commerce dan e-wallet

Lalu bagaimana dengan perusahaan yang lain? Berikut ini daftar pasangan e-commerce dengan e-wallet-nya.

1. Tokopedia-Gopay

Mereka terkoneksi karena dua perusahaan induk Gopay, Gojek, melakukan merger dengan Tokopedia dan menjadi GoTo Group. GoPay masuk ke dalam ekosistem GoTo Group, tepatnya pada GoTo Financial.

Layanan GoTo Financial yang dirancang untuk konsumen mencakup GoPay, GoPayLater dan berbagai produk keuangan lainnya. Karena masih dalam ekosistem GoTo, Gopay kini adalah dompet digital utama untuk pembayaran di Tokopedia.

2. Shopee-ShopeePay

Seperti tak ingin kehilangan kesempatan, Shopee pun menghadirkan dompet digital buatannya sendiri. ShopeePay adalah bagian dari SeaMoney, divisi fintech dari Sea Group pemilik marketplace bernuansa oranye Shopee. Di Indonesia, ShopeePay beroperasi berdasarkan izin yang dimiliki oleh PT Airpay International Indonesia.

3. Lazada-DANA

DANA baru saja mengumumkan penyelesaian transaksi investasi terbaru dari Sinar Mas dan perusahaan e-commerce milik Alibaba, Lazada Group

CEO & Co-Founder DANA Indonesia Vince Iswara mengatakan bahwa nilai kesepakatan investasi Sinar Mas ke DANA mencapai US$250 juta (sekitar Rp 3,7 triliun). Adapun, nilai investasi Lazada tidak dipublikasikan.

DANA sebelumnya lebih banyak bekerja sama dengan Bukalapak. Ini bisa saja terkait dengan kepemilikan mayoritas Emtek di DANA yang patungan berinvestasi bersama divisi fintech Alibaba, Ant Financial.

4. OVO-Bukalapak

Pada Oktober tahun lalu, Grab Holdings Inc. meningkatkan kepemilikan sahamnya di perusahaan dompet digital OVO menjadi 90% dari sebelumnya sebesar 39%. Dalam aksi ini, Grab membeli kepemilikan Tokopedia di OVO.

Namun tak butuh waktu lama, kepemilikan saham Grab di OVO turun menjadi 79,5%. Ini karena PT Abhimata Anugrah Abadi memborong 12,5% saham OVO melalui mekanisme rights issue, KR-Asia melaporkan.

Informasi saja, 99,5% saham PT Abhimata Anugrah Abadi dimiliki oleh Alvin Sariaatmadja. Dia merupakan Presiden Direktur PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) dan merupakan putra dari Eddy Kusnadi Sariaatmadja, salah satu orang terkaya di Indonesia pendiri dan pemegang saham mayoritas Emtek.

Sementara pada Juni lalu PT Kreatif Media Karya (KMK) yang merupakan sayap bisnis digital emiten Emtek, menambah kepemilikan sahamnya di PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). KMK merupakan pemegang saham pengendali BUKA dengan kepemilikan sebesar 23,93%.

Seperti dulu dengan DANA, peran Emtek di antara kedua perusahaan (sebagai pemegang saham Grab dan BUKA) sepertinya berpotensi membuat kerja sama antara OVO dan Bukalapak makin erat.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Top Up Kena PPN 11% Dompet Digital, Ini Kata OVO dan DANA


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading