Ini Lho Tantangan Akses Internet di Wilayah Terluar RI

Tech - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
02 August 2022 13:44
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan membuka Pertemuan Ketiga Digital Economy Working Group (DEWG) Presidensi G20 pada hari terakhir di Labuan Bajo, NTT, Jumat (22/7/2022). Pada penutupan Pertemuan Ketiga DEWG Presidensi G20, semua pihak sepakat bahwa perlu adanya penguatan tata kelola data lintas batas negara. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto) Foto: Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan membuka Pertemuan Ketiga Digital Economy Working Group (DEWG) Presidensi G20 pada hari terakhir di Labuan Bajo, NTT, Jumat (22/7/2022). Pada penutupan Pertemuan Ketiga DEWG Presidensi G20, semua pihak sepakat bahwa perlu adanya penguatan tata kelola data lintas batas negara. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Keterjangkauan internet di Indonesia sebagian besar masih berfokus pada wilayah Jawa dan kota besar saja. Akses internet di wilayah terluar tanah air masih menjadi tantangan bagi pemerintah untuk menyediakan akses internet yang baik dan berkeadilan bagi masyarakat.

Pada kesempatan pertemuan ketiga Digital Economy Working Group (3rd DEWG) G20, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengungkapkan tantangan dan hambatan tersebut adalah ketersediaan pembiayaan yang memadai untuk pembangunan akses internet.

Menurutnya, selama ini yang menyiapkan infrastruktur untuk menghadirkan network signal adalah operator seluler. Sayangnya, operator seluler menurutnya masih bekerja berbasis bankable documents dan feasibility study keekonomian. Hal ini tidak sejalan dengan wilayah-wilayah rural area yang tidak bankable dan feasible.


"Di situlah pemerintah masuk dan intervensi dalam membangun (akses internet). Kami berharap melalui intervensi pembiayaan blended finance scheme yang kami lakukan, di akhir pemerintahan Presiden Joko Widodo itu sudah digelar dengan baik infrastrukturnya," ujar Johnny kepada CNBC Indonesia belum lama ini.

Dia menambahkan, meski ada pandemi Covid-19 di mana mengharuskan pembatasan ruang gerak seperti lockdown, work from home, interaksi dan ekonomi harus tetap didorong melalui digital yang harus memiliki infrastruktur.

Dalam 2 tahun terakhir, Johnny menggencarkan pembangunanĀ infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia telah dilakukan secara akseleratif.

"Inilah yang memungkinkan digital ekonomi kita bertumbuh dan resiliensi perekonomian kita terjaga," pungkas Johnny.

Sebagai informasi, Pertemuan Ketiga Digital Economy Working Group (3rd DEWG) G20 telah digelar, pada 20-22 Juli 2022 di Labuan Bajo. Pertemuan kali ini membahas dua isu prioritas, yakni Digital Skill and Digital Literacy atau keterampilan digital dan literasi digital, serta arus data lintas negara dan pemanfaatan data secara berkeadilan di tengah transformasi digital global atau Cross Border Data Free Flow and Data Free Flow With Trust.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Delegasi Tiongkok Soroti Pentingnya Isu DEWG ke Perekonomian


(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading