Alert, 1 Miliar Data Pribadi Warga China Bocor di Dark Web

Tech - dem, CNBC Indonesia
05 July 2022 08:26
Pembeli berbaris untuk membayar belanjaannya di kasir saat pemberlakuan lockdown akibat meningkatnya penyebaran COVID-19 di sebuah supermarket di Shanghai, China, Selasa (29/3/2022). (AP Photo/Chen Si) Foto: Pembeli berbaris untuk membayar belanjaannya di kasir saat pemberlakuan lockdown akibat meningkatnya penyebaran COVID-19 di sebuah supermarket di Shanghai, China, Selasa (29/3/2022). (AP Photo/Chen Si)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang peretas mengklaim mencuri data pribadi milik 1 miliar warga negara China dari polisi Shanghai. Jika benar, ini adalah kebocoran data pribadi terbesar dalam sejarah.

Pengguna internet yang menamakan dirinya ChinaDan, mengirim pesan di forum hacker Breach Forums pada pekan lalu. Dia menjajakan data berukuran 23 terabytes di harga 10 Bitcoin, atau sekitar US$200.000 (Rp 3 miliar)

"Pada 2022, database Kepolisian Shanghai bocor. Basis data ini berisi data dan informasi miliaran warga negara China," tulis ChinaDan seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (5/6/2022). "Basis data mengandung informasi tentang 1 miliar penduduk China dan beberapa miliar catatan kasus, termasuk nama, alamat, tempat kelahiran, nomor identitas nasional, nomor ponsel, dan detail pelanggaran."

Reuters menyatakan belum bisa memverifikasi pernyataan ChinaDan. Pemerintah Shanghai dan kepolisian kota tersebut tidak merespons permintaan komentar dari Reuters.

ChinaDan juga tidak bisa dihubungi. Namun, post ChinaDan di forum internet ramai didiskusikan di media sosial Weibo dan WeChat. Banyak pengguna menduga peretasan memang terjadi. Di Weibo, hashtag "data bocor" diblokir.

Kepala Riset Kebijakan Teknologi Trivium China, Kendra Schaefer, lewat Twitter mengatakan bahwa "sulit untuk memisahkan antara fakta dan rumor."

CEO Binance Zhao Changpeng pada Senin menyatakan Binance memperketat proses verifikasi setelah divisi inteligen bursa kripto tersebut mendeteksi penjualan data mili 1 miliar penduduk di sebuah negara Asia di dark web.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

China Rilis Aturan Ketat Soal Transfer Data ke Luar Negeri


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading