Produsen Ponsel Gaming Razer Kini Rambah Bisnis Fintech di RI

Tech - Demis Rizky Gosta, CNBC Indonesia
16 June 2022 12:15
Ponsel Gaming

Jakarta, CNBC Indonesia - Razer, produsen perangkat gim asal Singapura, melebarkan sayapnya ke industri teknologi finansial Indonesia. Divisi fintech dari Razer, Razer Fintech, kini adalah pemilik dari PT E2Pay Global Utama (E2Pay), perusahaan Indonesia yang memfasilitasi pembayaran digital untuk bisnis.

E2Pay, yang berdiri pada 2012, adalah penyedia solusi pembayaran untuk pedagang dan institusi finansial termasuk gerbang pembayaran, e-money, dan remitansi. Akuisisi atas E2Pay juga menandai ekspansi bisnis Razer Merchant Services ke Indonesia, layanan Razer yang memfasilitasi pembayaran lintas batas negara untuk 60.000 pedagang di Asia Tenggara.

Razer (Razer.com)Foto: Razer (Razer.com)

Platform gerbang pembayaran E2Pay, menurut rilis Razer, melayani pedagang di platform Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan Blibli.


"E2Pay adalah salah satu dari sebagian kecil pemain pembayaran digital Indonesia yang memiliki lisensi komprehensif. Akuisisi E2Pay mempercepat masuknya kami ke pasar Indonesia, salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara," kata CEP Razer Fintech Lee Li Meng.

Sementara itu, Komisaris Utama E2Pay Rudy Danandjaja berharap agar sinergi antara E2Payd an Razer Fintech akan membantu E2Pay untuk berkembang ke penjuru Asia Tenggara. "Membantu kedua organisasi untuk memberdayakan basis pengguna kammi untuk tumbuh, ekspansi, dan scale platform kami," kata Rudy.

Razer, yang berdiri pada 2005, berhasil tumbuh hingga melantai di bursa pada 2017. Perusahaan Singapura-Amerika Serikat ini belakangan ini terkenal dengan perangkat smartphone khusus gaming-nya. Saham Razer kini diperdagangkan di Hong Kong dengan kapitalisasi pasar mencapai US$2,57 miliar.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Nyata, Orang Ini Terlilit Utang Usai Pinjam Uang ke 40 Pinjol


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading