Covid-19 RI Naik Lagi, Efek Libur Lebaran Atau Varian Baru?

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
14 June 2022 08:55
Warga berjalan di jembatan Tebet Eco Park di Jakarta, Rabu (18/5/2022) Presiden Joko Widodo melonggarkan kebijakan terkait aturan pemakaian masker dengan memperbolehkan warga tidak mengenakan masker di luar ruangan apabila tidak dalam kondisi kerumunan menyusul kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia saat ini terkendali. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Warga berjalan di jembatan Tebet Eco Park di Jakarta, Rabu (18/5/2022) Presiden Joko Widodo melonggarkan kebijakan terkait aturan pemakaian masker dengan memperbolehkan warga tidak mengenakan masker di luar ruangan apabila tidak dalam kondisi kerumunan menyusul kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia saat ini terkendali. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam beberapa hari terakhir, kasus Covid-19 di Indonesia kembali meningkat ke level di atas 500 per hari. Hal ini terjadi sekitar 40 hari pasca libur Lebaran 2022.

Di sisi lain juga secara bersamaan dengan penemuan kasus Omicron BA.4 serta BA.5 di Bali dan Jakarta yang total kini ada delapan kasus.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin dalam konfrensi Pers Terkait Rapat Terbatas Evaluasi PPKM, Kantor Presiden, 13 Juni 2022  (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)Foto: Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin dalam konfrensi Pers Terkait Rapat Terbatas Evaluasi PPKM, Kantor Presiden, 13 Juni 2022 (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Lalu muncul pertanyaan naiknya kasus Covid-19 kali ini merupakan efek libur lebaran atau varian baru?


Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, menegaskan, bahwa penyebab kenaikan kaskus Covid-19 bukan karena efek libur Lebaran. Tapi, setiap kenaikan kasus terjadi karena adanya varian Covid-19 baru.

Hal tersebut tak hanya terjadi di Indonesia saja, tapi di seluruh dunia yang negaranya sedang mengalami lonjakan kasus.

"Kita liat setiap kali terjadi lonjakan besar tiap negara, itu bukan karena hari raya keagamaan besar, tapi karena ada varian baru," ujarnya saat konferensi pers PPKM virtual.

Berdasarkan pengalaman, kenaikan itu terjadi karena ada varian baru. Seperti sebelumnya ada varian Delta dan Omicron yang menyebabkan lonjakan kasus Covid-19.

Sedangkan untuk BA.4 dan BA.5 yang baru ditemukan kasusnya di Indonesia, BGS memproyeksikan lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air seiring penularan virus Corona subvarian tersebut akan terjadi bulan depan.

"Pengamatan kami ini gelombang BA.4, BA.5 itu biasanya puncaknya tercapai satu bulan setelah penemuan kasus pertama. Jadi harusnya di minggu kedua Juli, minggu ketiga Juli, kita akan melihat puncak kasus BA.4 dan BA.5 ini." tuturnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Vaksin Booster Astrazeneca vs Pfizer, Mana yang Lebih Tokcer?


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading