Taipan, Investor Gojek, hingga Eks Menteri Bicara PHK Startup

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
03 June 2022 17:45
Calon Founder, Ini 3 Langkah Mudah Menghitung Valuasi Startup Foto: Infografis/ Calon Founder, Ini 3 Langkah Mudah Menghitung Valuasi Startup /Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan rintisan atau startup kini banyak dibicarakan. Pasalnya industri startup tengah mengalami gonjang-ganjing gelombang efisiensi hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan.

Tak hanya melanda di Indonesia tapi juga di seluruh dunia, seperti Amerika Serikat, India, dan Eropa. 

Pada perusahaan rintisan global, ada Robinhood yang memangkas 300 karyawan,Netflix juga melakukan PHK 150 pegawai, Cameo memangkas 87 pegawainya. Sementara dalam negeri dilaporkan tiga perusahaan yang melakukan efisiensi sepertiZenius, Link Aja,hinggaJD.ID.


Fenomena ini membuat banyak orang angkat bicara, mulai dari konglomerat hingga mantan menteri.

Hary Tanoesoedibjo

Menurut pengusaha nasional Hary Tanoesoedibjo, kondisi sekarang menandakan akhir dari masa keemasan startup.

Hary Tanoesoedibjo/dok MNCFoto: Hary Tanoesoedibjo/dok MNC
Hary Tanoesoedibjo/dok MNC

"The golden days of startup are already over," kata Hary Tanoe di akun Instragramnya, dikutip Jumat (3/6/2022). Artinya, "hari-hari keemasan startup sudah berakhir".

Menurut dia, gaya bisnis startup yang mengedepankan pertumbuhan dengan arus kas negatif tidak akan bisa bertahan. Pada akhirnya, bisnis yang sehat harus punya arus kas yang positif.

Dia menyorot model bisnis startup yang sepenuhnya bergantung kepada dana investor. Modal mereka kemudian dihabiskan untuk segala bentuk promosi dan pemasaran demi menggaet pengguna, yang dikenal dengan "bakar duit".

Bagi Hary Tanoe, bisnis tidak bisa terus-terusan berharap suntikan modal baru terus datang untuk mendanai ekspansi mereka. Subsidi ke konsumen, hanya merupakan cara untuk meningkatkan penguasaan pasar, yang kemudian menjadi fondasi bisnis yang sehat.

Patrick Walujo

Co-founder & Managing Partner at Northstar Advisors, Patrick Walujo, saat ini startup harus bisa bertahan. Hal tersebut terjadi karena pendanaan untuk startup sedang dalam masa sulit.

"Sekarang startup harus survive [bertahan hidup] karena pendanaan sedang sulit," kata Patrick dalam sebuah acara di Universitas Parahyangan, dikutip Jumat (3/6/2022).

Sekarang, mereka harus survive duluPatrick Walujo.

Untuk dapat bertahan, Patrick mengatakan harus melakukan penghematan uang yang dimiliki perusahaan.

Fokus utamanya adalah bisa bertahan lebih dulu. Untuk bisa survive, jika uang mereka tidak cukup mereka harus melakukan penghematan. Ini mungkin langkah yang harus lakukan.

"Sekarang, mereka harus survive dulu," tegasnya.

Startup Bangkrut Sudah Biasa
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading