Intip Kinerja 2022 GoTo, BUKA, Grab & Sea, Siapa Paling Oke?

Tech - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
03 June 2022 16:05
q

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah perusahaan teknologi yang berstatus sebagai perusahaan terbuka (emiten) telah melaporkan kinerja bisnis hingga kuartal I-2022. Terakhir, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyampaikan kinerja dan tantangan bisnis yang dihadapi di tengah pemulihan ekonomi di awal tahun 2022.

Dalam paparan publik, Senin (30/5) manajemen GoTo mengungkapkan bahwa fundamental bisnis perusahaan semakin menemukan momentum pertumbuhan setelah terbentuk kolaborasi bisnis antara Gojek-Tokopedia pada pertengahan tahun lalu.

Hal ini terbukti dari peningkatan pendapatan bruto hingga 53% menjadi Rp 5,2 triliun di kuartal I-2022. Angka take rate GoTo juga naik dari 3,5% menjadi 3,7% berkat monetisasi segmen e-commerce dan on demand yang semakin optimal.


Tak hanya GoTo, perusahaan teknologi seperti Grab Holdings (GRAB), Sea Group dan PT Bukalapak Tbk (BUKA) juga telah menyampaikan kinerja bisnis. Jika mengacu pada parameter kinerja mereka, terungkap bahwa masing-masing perusahaan teknologi tersebut mengalami pencapaian yang berbeda.

Grab yang melantai di bursa Nasdaq, Amerika Serikat (AS) dan beroperasi di sejumlah negara di Asia Tenggara, pada kuartal I-2022 mencatat kenaikan gross merchant value (GMV) sebesar 32% menjadi US$ 4,8 miliar (sekitar Rp 69,7 triliun asumsi kurs Rp 14.535 per USD) dibandingkan dengan kuartal I-2021.

Sementara GoTo, yang memiliki pasar terbesar di Indonesia, berhasil meraih pertumbuhan lebih tinggi. Ini tercermin dari kenaikan nilai transaksi bruto (gross transaction value/GTV) GoTo yang mencapai 46% menjadi Rp 140 triliun secara year on year (yoy).

Menurut manajemen GoTo, besarnya pertumbuhan GTV yang berhasil diraih tidak lepas dari tingkat kesetiaan dan loyalitas konsumen yang lebih tinggi.

Dalam laporannya, GoTo menyebut bahwa nilai belanja konsumen mereka yang sudah terdaftar di aplikasi sejak tahun 2018 naik hingga 6,8x di tahun 2021 dibandingkan sejak awal mereka menggunakan aplikasi. Pada periode yang sama, laporan Grab menyatakan nilai belanja pengguna mereka hanya 3x lebih banyak.

Pada segmen e-commerce, kompetisi antara Tokopedia dan Bukalapak cukup dinamis tercermin dari pertumbuhan bisnis keduanya.

Laporan kedua perusahaan mengungkapkan nilai transaksi e-commerce GoTo (GTV) tumbuh 46% di tahun 2021 secara yoy, lebih tinggi dari Bukalapak yang mencatat pertumbuhan TPV sebesar 44% di periode yang sama.

Tren serupa juga terlihat di kuartal 1-2022 yang mana transaksi bisnis e-commerce GoTo tumbuh 28% secara yoy, di atas pertumbuhan TPV Bukalapak sebesar 25% di periode yang sama.

Di segmen layanan keuangan, kinerja bisnis fintech dari GoTo juga lebih baik dari segmen serupa di Sea Group yakni SeaMoney. GoTo mencatat pertumbuhan GTV untuk segmen fintech melesat 91% di kuartal I-2022 secara yoy, sementara SeaMoney mencatat pertumbuhan 49% di periode yang sama.

Mengutip CEO Grup GoTo Andre Soelistyo, konsistensi perusahaan dalam menjalankan rencana bisnis saat ini berjalan dengan baik. "Seiring dengan komitmen semakin memperdalam integrasi bisnis, kami mampu meningkatkan efisiensi operasional, menghadirkan peluang bisnis dengan pendekatan multiplatform serta berinvestasi bagi pertumbuhan dan profitabilitas GoTo," kata Andre dalam paparan laporan keuangan GoTo kuartal I-2022, Senin (30/5).

Andre berharap, momentum pertumbuhan tersebut akan berlanjut di kuartal-kuartal selanjutnya. "Untuk kuartal II 2022, kami menargetkan GTV akan berada di antara Rp 142 triliun sampai Rp 150 triliun. Sementara gross revenue atau pendapatan bruto berada di antara Rp 5,3 triliun sampai Rp 5,6 triliun," ujarnya.

Senada, CEO Grab Anthony Tan menilai mulai meredanya kasus Covid-19 membuat aktivitas masyarakat berangsur normal. "Kami optimistis bahwa bisnis akan terus menguat, karena semakin banyak negara yang hidup berdampingan dengan Covid-19. Lini mobilitas juga akan pulih secara bertahap karena pembatasan Covid-19 semakin berkurang dan basis pengemudi aktif meningkat," kata Anthony Tan.

Sementara itu, Bukalapak akan berupaya mendorong pertumbuhan bisnisnya di tahun ini dengan fokus pada penguatan transaksi di luar Jabodetabek. Seperti diketahui, sebesar 74% TPV Bukalapak di kuartal I-2022 berasal dari luar daerah Tier 1 di Indonesia.

"Perseroan memiliki komitmen untuk fokus pada strategi agar dapat mencapai pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan, diiringi dengan pengelolaan beban yang baik," tulis manajemen Bukalapak dalam siaran persnya beberapa waktu lalu.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

GoTo Hadirkan Layanan Ini bagi Penonton Mandalika GP Series


(ags/ags)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading