Jangan Lengah! Status RI Pandemi Terkendali, Belum Endemi

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
23 May 2022 15:38
Warga berjalan di jembatan Tebet Eco Park di Jakarta, Rabu (18/5/2022) Presiden Joko Widodo melonggarkan kebijakan terkait aturan pemakaian masker dengan memperbolehkan warga tidak mengenakan masker di luar ruangan apabila tidak dalam kondisi kerumunan menyusul kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia saat ini terkendali. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono menegaskan kalau status Indonesia terkait wabah Covid-19 masih pandemi terkendali. Menurut dia, ada sejumlah tahapan sebelum Indonesia bisa masuk ke dalam fase endemi.

"Berbicara mengenai apakah kita bisa masuk lewat pandemi masuk ke transisi endemi, maka sebenarnya ada beberapa step yang kita lewati dari pandemi kemudian deselerasi, terkendali, eliminasi, dan eradikasi," ujar Dante dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Senin (23/5/2022).

"Saat ini kita masuk pada periode terkendali. Jadi kita tidak bisa bilang kita saat ini dalam fase endemi, tapi pandemi yang terkendali," lanjutnya.

Mengapa disebut pandemi terkendali? Menurut Dante, hal itu disebabkan tidak ada disrupsi pada aktivitas sosial masyarakat. Kemudian kasus Covid-19 semakin menurun.

"Pandemi yang terkendali ini masih menuju fase berikutnya dan mudah-mudahan akan semakin baik sampai ke fase eliminasi dan akhirnya ke eradikasi," ujar Dante.

Ia lantas mengingatkan kalau pandemi Covid-19 bukan yang pertama. Dulu ada pandemi Flu Spanyol.

"Kita lihat Flu Spanyol itu terjadi selama 2-3 tahun. Setelah 2-3 tahun ada yang hilang sama sekali ada yang masih tetap ada di dalam masyarakat. Tetapi karena kekebalan yang dibuat dan dibentuk secara biologis dari ibunya ke anaknya maka anak-anak tersebut menjadi lebih kebal," papar Dante.

Pun Flu Burung yang sampai saat ini masih dilaporkan. Namun, dia tidak menjadi pandemi lantaran ada kekebalan natural di masyarakat sehingga menjadi endemi.

"Apakah Covid-19 masih akan seperti itu? kita terus melakukan pemantauan, kita terus melakukan evaluasi dengan tetap menjaga protokol kesehatan secara bertahap yang kita longgarkan dalam aktivitas masyarakat," kata Dante.

Dalam transisi pandemi menuju endemi, lanjut dia, virus bisa saja benar-benar hilang. Akan tetapi, virus itu juga bisa berhenti menyebar karena relatif menjadi tidak berbahaya karena kita sudah punya kekebalan tubuh.

Kemudian, menurut Dante, ada adaptasi secara genetik terhadap manusia yang disebut sebagai epigenetik. Ini adalah gen yang berubah dan disebabkan oleh faktor lingkungan yang diadaptasi oleh tubuh sehingga gen dalam tubuh kita melakukan proses perubahan.

"Sehingga kekebalan tubuh kita mengalami perubahan terhadap virus pada masa pandemi sebelumnya," ujar Dante.

Lebih lanjut, Dante menegaskan kalau WHO bilang Covid-19 belum berstatus endemi di semua negara tetapi dianggap sebagai public health emergency of international concern (PHEIC). Itu artinya statusnya masih harus tetap ditetapkan diperhatikan dalam aktivitas publik tetapi dievaluasi secara berkala.

Covid-19 juga harus diperhatikan dan dievaluasi secara klinis maupun secara laboratorium yang dilakukan secara bersama-sama di seluruh dunia.

"Jadi belum ada istilah endemi, belum ada declare endemi di semua negara di dunia, yang ada PHEIC," kata Dante.

"Dan kalau kita mau masuk pandemi terkendali, ini yang kami simpulkan di tempat kita berdasarkan atas parameter klinik, parameter biologis, serta aktivitas concern klinis yang kita kerjakan," lanjutnya.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bos Vaksin Pfizer Bocorkan Kapan Covid-19 Selesai, Bukan 2022


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading