RI Lebih Menggoda Buat Elon Musk, Tesla Batal Masuk India?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
19 May 2022 07:45
Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Space X di Boca Chica, Amerika Serikat, Sabtu, 14 Mei 2022. Presiden tiba di Space X sekitar pukul 10.30 waktu setempat disambut langsung oleh Elon Musk selaku founder Space X.(Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bos SpaceX dan Tesla Elon Musk diketahui bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhir pekan lalu di markas SpaceX Texas. Pertemuan itu juga mempertanyakan nasib Tesla yang berencana masuk ke pasar India.

Rencana tersebut telah terdengar sejak awal tahun lalu. Saat itu Tesla dilaporkan akan membangun pabrik mobil listriknya di Negeri Bollywood tersebut.

Meski punya keinginan cukup besar masuk pasar India, Elon Musk juga menyebut "bea masuk tertinggi di dunia sejauh ini dari negara manapun", dikutip dari Outlook India, Kamis (19/5/2022).


Sebagai informasi, India membebankan 60% bea masuk untuk mobil listrik senilai US$40 ribu atau kurang. Selain itu juga memungut 100% untuk harga di bawahnya.

Laporan Outlook, mengutip sumber pemerintah, mengatakan Tesla akan bebas menggunakan jendela Production-Pinked Incentive (PLI). Ini digunakan untuk memproduksi kendaraan listrik di India.

Menurut para sumber, Elon Musk berusaha mendiskusikan dengan India untuk memangkas bea masuk tanpa menawarkan komitmen apapun untuk manufaktur di negara tersebut.

Namun belum jelas apakah Tesla tetap masuk ke India atau mengalihkan pandangannya ke Indonesia.

Sementara itu usai bertemu dengan Jokowi, Elon Musk mengatakan Indonesia punya potensi besar dan pihaknya siap mencoba beberapa kerja sama lewat Tesla dan SpaceX.

Elon Musk mengatakan alasan tertarik bekerja sama dengan Indonesia karena memiliki potensi di berbagai bidang.

"Saya rasa Indonesia memiliki potensi yang besar, dan saya rasa kita melalui Tesla dan SpaceX akan mencoba beberapa kerja sama dengan Indonesia," jelas Elon Musk kala itu.

"Kita akan melihat dari dekat bentuk kerja sama di banyak hal, karena Indonesia memiliki banyak potensi. Apalagi Indonesia memiliki jumlah populasi dan terus berkembang. Ini bagus karena kita membutuhkan banyak orang di masa depan".


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Elon Musk Jadi Tanam Chip Komputer di Otak Manusia Tahun Ini?


(npb/dem)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading