Stablecoin Terra LUNA Amblas, Hampir Tak Ada Harganya

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
13 May 2022 10:40
terra luna crypto Foto: terra luna crypto

Jakarta, CNBC Indonesia - LUNA, sister token cryptocurrency dari stablecoin TerraUSD yang kontroversial, telah runtuh menjadi hampir menyentuh US$0.

TerraUSD, atau UST, telah menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir setelah stablecoin itu merosot di bawah angka US$1.

UST adalah stablecoin berbasis algoritme yang menggunakan kode untuk mempertahankan harganya di sekitar US$1 berdasarkan sistem pencetakan (minting) yang kompleks. Token UST dibuat dengan membakar beberapa mata uang kripto yang terikat dengannya, LUNA untuk mempertahankan nilainya terhadap dolar.


Tidak seperti stablecoin saingan Tether dan USD Coin, UST tidak didukung oleh aset dunia nyata seperti obligasi. Sebagai gantinya, Luna Foundation Guard, sebuah organisasi nirlaba yang dibuat oleh pendiri Terra, Do Kwon, menyimpan sekitar US$3,5 miliar dalam bentuk Bitcoin sebagai cadangan modal.

Namun di saat volatilitas pasar, seperti minggu ini, UST sedang diuji. Nilai patoknya lepas dan sekarang investor bergegas untuk menjual token terkait, LUNA. Harga LUNA telah jatuh dari sekitar US$85 seminggu yang lalu menjadi sekitar 4 sen pada hari Kamis(12/5), menurut data dari Coin Metrics. Merosotnya harga LUNA membuat cryptocurrency tersebut hampir tidak ada harganya.

Binance, salah satu pertukaran cryptocurrency terbesar di dunia, mengatakan bahwa jaringan Terra, blockchain yang terkait dengan token Luna, mengalami kelambatan dan menghadapi jalan buntu, demikian dikutip dari CNBC Internasional, Jumat (13/5/2022).

Binance mengatakan bahwa sebagai hasilnya, ada volume tinggi transaksi penarikan jaringan Terra yang tertunda di bursanya, sebagai tanda bahwa investor bergegas untuk menjual Luna. Mereka bahkan harus menangguhkan penarikan LUNA selama beberapa jam pada hari Kamis sebelum melanjutkannya.

Kontroversi TerraUSD telah menular di pasar cryptocurrency yang lebih luas. Itu karena Luna Foundation Guard memegang Bitcoin sebagai semacam cadangan.

Ketakutan pasar adalah organisasi tersebut terpaksa mengobral aset Bitcoin miliki mereka untuk mencoba menjaga hedging UST terhadap dolar AS.

Bitcoin sendiri telah jatuh lebih dari 29% dalam tujuh hari terakhir dan pada Kamis turun di bawah US$26.000 di satu titik untuk diperdagangkan pada level terendah sejak akhir Desember 2020.

Sedangkan Tether, stablecoin terbesar di dunia, juga turun di bawah level $1 pada hari Kamis di tengah kepanikan yang lebih luas di pasar cryptocurrency.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kisah Terra LUNA: Lompat ke Rp1,7 Juta, Anjlok ke Rp 6 Ribu!


(Intan Rakhmayanti Dewi/dem)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading