Ini Beda Awal Kemunculan Covid vs Hepatitis Akut dari Eks WHO

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
13 May 2022 08:10
World hepatitis day awareness with red yellow ribbon. Ilustrasi Hepatitis (photo created by jcomp via Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyakit hepatitis akut misterius yang sedang melanda dunia telah masuk ke Indonesia. Kabar terbaru, ada 21 orang di DKI Jakarta yang diduga terinfeksi penyakit misterius tersebut.

Hal ini membuat masyarakat mulai khawatir apakah ada kemungkinan penyakit ini akan berkembang seperti pandemi Covid-19.

Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia TenggaraTjandra Yoga Aditama menjelaskan beda awal munculnya Covid-19 dan hepatitis misterius.


Ia menyebut hanya butuh waktu sebulan, WHO langsung mengklasifikasikan Corona sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang meresahkan dunia.

"Covid-19 pertama terdeteksi oleh WHO pada 31 Desember 2019, waktu itu namanya tentu belum Covid-19, namanya masih Pneumonia of Unknown Cause, pneumonia/radang paru yang belum diketahui penyebabnya. Satu bulan kemudian, pada 30 Januari 2020, penyakit ini oleh WHO sudah dinyatakan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) [Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia], sesuai aturan International Health Regulation (IHR)," jelas Tjandra, dikutip dari Detikcom, Jumat (13/5/2022).

"Pada 30 Januari 2020 itu, atau sebulan sesudah dideteksi maka sudah ada hampir 20 ribu kasus konfirmasi dan suspek, tepatnya 19.961. Juga sudah ditemukan bukti adanya penularan antarmanusia. Lalu, karena kasus terus berkembang dengan berbagai dimensinya maka pada pada 11 Maret 2020 Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO," lanjutnya.

Menurut Tjandra, ini jelas berbeda dengan yang terjadi pada hepatitis akut misterius. Sebab, sudah lebih dari sebulan jumlah kasus probable hepatitis akut misterius di dunia tidak sebanyak Covid-19.

"Sementara 'acute hepatitis of unknown aetiology' [istilah yang senada dengan Pneumonia of Unknown Cause di awal Januari 2020 untuk Covid-19] atau hepatitis/radang hati akut yang belum jelas penyebabnya ini mulai dideteksi WHO pada 5 April 2022. Sesudah lebih dari sebulan berjalan, jumlah kasus probable di dunia sekitar 300-an," ungkapnya.

Berdasarkan data per 10 Mei, lanjut Tjandra, tercatat 348 kasus probable dari 21 negara di dunia. Sebanyak 26 di antaranya memerlukan transplantasi hati.

"Di sisi lain, juga belum ada informasi yang jelas tentang ada tidaknya penularan antar manusia. Tentu saja sampai sekarang hepatitis akut berat ini belum dinyatakan sebagai PHEIC, karena masih membutuhkan data ilmiah yang lebih jelas lagi," kata Prof Tjandra.

Maka dari itu, Prof Tjandra mengatakan Covid-19 dan hepatitis akut misterius ini sangat berbeda. Meski tidak seperti Covid-19, ia mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan melakukan antisipasi.

"Walaupun demikian, kita semua tentu perlu waspada penuh dan melakukan antisipasi memadai, jangan abai tetapi juga jangan pula panik. Lakukan penanggulangan sejalan perkembangan ilmu yang ada, dan beri penjelasan menyeluruh pada masyarakat luas." pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Curiga Terinfeksi Hepatitis Akut? Segera Lakukan Langkah Ini!


(Intan Rakhmayanti Dewi/dem)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading