Merasa Gerah & Panas Tak Biasa Belakangan Ini? Ini Sebabnya

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
10 May 2022 07:55
An Asian tourist tries to cool herself with a portable fan inside a bus as a heatwave hits Europe in Toledo, Spain, June 28, 2019. REUTERS/Juan Medina

Jakarta, CNBC Indonesia - Belakangan masyarakat di beberapa wilayah Indonesia merasakan cuaca sangat panas yang tak biasa. Hal ini tentu membuat gerah dan keringat bercucuran sepanjang hari.

Terkait dengan suhu panas terik yang akhir-akhir ini dirasakan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengatakan fenomena suhu udara terik yang terjadi pada siang hari tersebut dipicu oleh beberapa hal.

Pertama, posisi semu matahari saat ini sudah berada di wilayah utara ekuator yang mengindikasikan bahwa sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau. Di mana tingkat pertumbuhan awan dan fenomena hujannya akan sangat berkurang.


"Sehingga cuaca cerah pada pagi menjelang siang hari akan cukup mendominasi," kata dia dalam keterangan dikutip Selasa (10/5/2022).

Kedua, dominasi cuaca yang cerah dan tingkat perawanan yang rendah tersebut dapat mengoptimalkan penerimaan sinar matahari di permukaan Bumi, sehingga menyebabkan kondisi suhu yang dirasakan oleh masyarakat menjadi cukup terik pada siang hari.

Ia pun menegaskan bahwa suhu panas terik yang terjadi di wilayah Indonesia bukan fenomena Gelombang Panas.

Menurut WMO (World Meteorological Organization), Gelombang Panas atau dikenal dengan "Heatwave" merupakan fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut dimana suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5°C atau lebih.

Fenomena gelombang panas ini biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa dan Amerika yang dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di lintang menengah. Sedangkan yang terjadi di wilayah Indonesia adalah fenomena kondisi suhu panas/terik dalam skala variabilitas harian.

Namun demikian, kewaspadaan terhadap kondisi suhu panas pada siang hari masih harus diwaspadai hingga pertengahan Mei.

BMKG menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga kondisi stamina tubuh dan kecukupan cairan tubuh terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari dan juga kepada warga yang akan melaksanakan perjalanan mudik atau mudik balik supaya tidak terjadi dehidrasi, kelelahan dan dampak buruk lainnya.

Berdasarkan data hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum terukur selama periode tanggal 01 - 07 Mei 2022 berkisar antara 33 - 36.1 °C dengan suhu maksimum tertinggi hingga 36.1 °C terjadi di wilayah Tangerang-Banten dan Kalimarau-Kalimantan Utara.

Suhu maksimum tertinggi di Indonesia pada bulan April selama 4-5 tahun terakhir sekitar 38.8°C di Palembang pada tahun 2019, sedangkan di bulan Mei sekitar 38.8 °C di Temindung Samarinda pada tahun 2018.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading