Ramai PHK Startup di Silicon Valley, Unicorn Juga Kena

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
09 May 2022 09:00
INFOGRAFIS, Besaran Total Pesangon Korban PHK

Jakarta, CNBC Indonesia - Berbagai perusahaan rintisan atau startup di Silicon Valley, Amerika Serikat, mengalami gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

PHK kali ini disebut mengkhawatirkan di seluruh ekosistem startup, mulai dari nama besar seperti Cameo, On Deck, dan Robinhood hingga platform business to business (B2B) seperti Workrise dan Thrasio.

Penyebab adanya PHK besar ini, menurut para founder atau pendiri startup karena terjadi pergeseran di pasar dan diperlukan pivot yang serius dalam bisnis.


Pergeseran tersebuttelah terjadi selama berbulan-bulan. Hal ini berdampak pada perusahaan teknologi publik dan kemudian perlahan-lahan berpengaruh kepada perusahaan yang sudah mencapai ronde pendanaan lanjutan, lalu berlanjut ke startup yang masih ada di tahap pendanaan awal.

Bahkan para startup unicorn mulai menyadari bahwa mereka mungkin menjanjikan pertumbuhan terlalu pesat, mempekerjakan terlalu banyak orang, atau terlalu percaya diri terhadap kemampuan mereka untuk menggalang dana di putaran berikutnya.

Berdasarkan laporan TechCrunch, ada beberapa nama startup yang mengumumkan PHK dalam beberapa waktu terakhir:

Robinhood

Aplikasi investasi Robinhood memangkas sekitar 300 karyawan pada akhir April, dan seperti Cameo, perusahaan mengutip ketidakmampuan untuk mengikuti akselerasi awal pandemi.

CEO Vlad Tenev menulis dalam sebuah posting blog bahwa jumlah karyawan perusahaan tumbuh dari 700 menjadi hampir 3.800 dari 2019 hingga 2021.

"Setelah mempertimbangkan semua faktor ini dengan cermat, kami memutuskan bahwa pengurangan staf Robinhood ini adalah keputusan yang tepat untuk meningkatkan efisiensi, meningkatkan kecepatan kami, dan memastikan bahwa kami responsif terhadap perubahan kebutuhan pelanggan kami," tambahnya.

Beberapa hari kemudian, Robinhood mengumumkan pendapatan Q1 2022, yang jauh di bawah ekspektasi.

Cameo

Cameo melakukan PHK hanya setahun setelah mencapai status unicorn. CEO Cameo, Steven Galanis, dalam kicauannya di Twitter mengatakan bahwa perusahaan membuat keputusan menyakitkan untuk melepaskan 87 karyawan dari Cameo.

PHK ini termasuk tim di semua organisasi, termasuk beberapa anggota C-suite. Dalam sebuah pernyataan kepada TechCrunch, Galanis mengatakan bahwa jumlah karyawan Cameo "meledak" dari 100 menjadi 400 selama lockdown pandemi, tetapi sekarang perusahaan mengukur bisnis dengan tepat untuk mencerminkan realitas baru.

Thrasio

Startup yang fokus berinvestasi dan mengakuisisi brand yang berjualan lewat Amazon, Thrasio, pekan ini mulai mem-PHK 20 persen dari pegawainya. Perusahaan brand aggregator yang valuasinya diperkirakan mencapai US$5 miliar ini juga mengumumkan pergantian CEO.

Thrasio, the Amazon third-party biz acquirer valued at more than $5 billion, this week began laying off around 20% of its staff (plus changed out its CEO)

Netflix

Perusahaan streaming global, Netflix, dikabarkan mulai memberhentikan staf editorial di perusahaan media miliknya, Tudum, hanya 5 bulan setelah peluncuran. Menurut TechCrunch, sekitar 25 orang terimbas PHK ini. Namun, Netflix menegaskan mereka tidak berencana menutup Tudum.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Berapa Gaji Software Engineer Startup RI, Segini Kisarannya!


(Intan Rakhmayanti Dewi/dem)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading