Heboh Matahari Terbit dari Barat, Begini Penjelasan NASA

Tech - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
03 May 2022 11:40
In this photo provided by NASA, members of NASA's Perseverance Mars rover team watch in mission control as the first images arrive moments after the spacecraft successfully touched down on Mars, Thursday, Feb. 18, 2021, at NASA's Jet Propulsion Laboratory in Pasadena, Calif. (Bill Ingalls/NASA via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Unggahan di Facebook beberapa waktu lalu mengenai kabar matahari terbit dari barat sempat membuat heboh. Kabarnya hal makin membuat Bumi mendekati kiamat.

Postingan yang dibagikan dengan bahasa Thailand dan Inggris ini menjelaskan bahwa lembaga antariksa Amerika Serikat, The National Aeronautics and Space Administration (NASA), disebut mengumumkan kemungkinan matahari bisa terbit dari barat yang disebabkan oleh Bumi berputar ke arah sebaliknya.

"Bumi akan berputar ke arah sebaliknya yang menyebabkan matahari muncul dari sisi barat. Periset meyakini bahwa kita bergerak menuju pembalikan medan magnet yang akan menjadi akhir umat manusia dan mendekati kiamat," tulis postingan di Facebook tersebut.


Namun ternyata NASA membantah unggahan tersebut sebagai pernyataan dari lembaga antariksa Amerika Serikat tesebut. Associate Administrator for Communications NASA Bettina Inclan mengatakan baik pihaknya dan organisasi lain tidak pernah memprediksi hal tersebut.

"Baik NASA maupun organisasi ilmiah lain tidak ada yang memprediksi matahari akan terbit dari barat," ungkap Bettina dikutip Selasa (3/4/2022).

Menurut Bettina fenomena pembalikan magnet memang nyata dan pernah terjadi. Para ilmuwan juga dikatakan mempelajari soal pembalikan magnet tersebut.

Meski demikian, dia menegaskan pembalikan magnet tidak membuat Bumi berputar ke arah sebaliknya dan mengubah arah munculnya matahari.

"Adapun pembalikan medan magnet memang fenomena nyata yang telah terjadi beberapa kali di masa silam dan ilmuwan di seluruh dunia mempelajarinya, namun pernyataan jika hal ini membuat Bumi berputar ke arah sebaliknya yang menjadikan matahari terbit dari barat adalah salah," jelasnya.

Fenomena matahari terbit dari Barat sebenarnya terjadi di Venus. Planet itu berputar pada porosnya ke belakang.

Sebagai informasi, rotasi planet itu juga cukup lama yakni 243 hari. Sementara Venus mengelilingi matahari selama 225 hari Bumi. Dengan waktu tersebut membuat matahari hanya hadir dua kali dalam satu tahun, yakni terbit per 117 hari Bumi di Venus.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Menegangkan! Pesawat NASA Berhasil 'Sentuh' Matahari


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading