Mimpi Besar Indonesia Punya Bursa Kripto Sendiri, Kapan?

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
24 March 2022 19:28
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia berambisi memiliki bursa kripto di tanah air. Kehadiran bursa aset digital ini rencananya diluncurkan pada akhir 2021 namun kemudian diundur. Lantas kapan bursa ini dirilis?

Plt. Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan bahwa dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pembentukan bursa kripto sudah diterima semua.

"Mengingat perkembangan terakhir ini pandemi dan segala macem, secara evaluasi dokumen sudah masuk semua, dan sudah kita lihat," kata dia dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (24/3/2022).


Hanya saja, ada penambahan jumlah pedagang aset kripto sehingga harus dikoordinasikan terlebih dahulu. Awalnya calon pedagang fisik aset kripto berjumlah 12, kemudian dicabut 1, dan ditambah 7 sehingga totalnya menjadi 18.

"Sebelumnya kan ada 12 dicabut 1, (sisa) 11, sekarang sudah bertambah 7 jadi semua ada 18. Nanti kita koordinasikan dengan calon bursanya," pungkasnya.

Saat ini ada 18 calon pedagang fisik aset kripto yang terdaftar di Bappebti. Ada satu yang dibekukan. Di antaranya adalah Indodax, Tokocrypto, Nanoinvest, Incrypto, Koinku, Luno, Pintu, Rekeningku, Bitocto, Upbit hingga Zipmex.

Transaksi kripto di Indonesia mencapai Rp 859,4 triliun pada 2021. Nilai ini meningkat 1.222,84% dibandingkan tahun 2020 di mana transaksi kripto dalam setahun mencapai Rp 64,9 triliun. Hingga Februari 2022, jumlah investornya mencapai 12,4 juta.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Daftar Baru Bursa Kripto Terdaftar di Bappebti, Ada Indodax?


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading