Putin Serang Ukraina, Biden Stop ekspor Teknologi ke Rusia?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
24 February 2022 15:55
Kobaran api terlihat dari daerah dekat sungai Dnieper di Kyiv, Ukraina, Kamis, (24/2/2022). Pasukan Rusia telah meluncurkan serangan rudal ke Ukraina. (AP/Mary Ostrovska)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) tidak tinggal diam setelah Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan serangan ke Ukraina. Pemerintahan Joe Biden akan menahan mengirimkan teknologi dan sumber daya jika Putin melakukan lebih banyak kerusakan lagi.

"Presiden Putin jelas memiliki kemampuan untuk melakukan lebih banyak dari yang bisa dia lakukan sejauh ini," ungkap wakil Menteri Keuangan, Wally Adeyemo, dikutip dari Reuters, Kamis (24/2/2022).

Adeyemo mengatakan keputusan berada di tangan Putin untuk memastikan ekonomi negaranya tetap tumbuh. Namun jika tetap memilih menyerang, maka AS tak akan tinggal diam.


"Hal utama yang perlu dipertimbangkan oleh Presiden Putin adalah apakah ia ingin memastikan Rusia bisa tumbuh, bahwa dia punya sumber daya yang dia butuhkan untuk bisa memproyeksikan kekuatan di masa depan," jelasnya.

"Jika memilih untuk menyerang, kami memberitahu dia secara langsung, bahwa kami akan memotongnya".

Yakni dengan memutuskan Putin dari akses teknologi barat. Teknologi itu menurut Adeyemo penting untuk memajukan sektor militer Rusia.

"Kami akan memutuskan dia dari teknologi barat yang sangat penting untuk memajukan militernya, memotongnya dari sumber keuangan barat yang akan sangat penting untuk ekonominya dan memperkaya dirinya sendiri," kata Adeyemo.

Pemerintahan AS bisa merampas Rusia dari sejumlah besar barang-barang teknologi rendah dan tinggi baik dari AS maupun asing. Mengutip sejumlah sumber, Reuters mengatakan kebijakan ini berlaku mulai dari produk elektronik komersial dan komputer hingga semikonduktor serta suku cadang pesawat.

Sebelumnya, Putin mengumumkan meluncurkan operasi militer di wilayah Donbass. Ini dilakukan sebagai upaya membela milisi pro-Moscow yang berniat memisahkan wilayah itu dari Ukraina.

Pernyataan itu diikuti sebuah aksi ledakan di ibukota Ukraina, Kyiv. Laporan CNN Internasional, serangkaian ledakan besar juga terjadi di kota terbesar kedua negara itu, Kharkiv.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Putin Serang Ukraina, Warga Rusia Tak Bisa Netflix-an Lagi


(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading