OJK: Penagihan Pinjol Debt Collector Bisa Dilarang

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
11 February 2022 10:40
Infografis: Disambangi Debt Collector? Cek Dulu Nih!

Jakarta, CNBC Indonesia - Penagihan pinjaman online (pinjol) ilegal menggunakan debt collector memang cukup meresahkan masyarakat. Bahkan dalam beberapa kasus kerap terjadi teror saat penagihan hutang.

Di masa depan penggunaan debt collector untuk pinjol berpotensi dihilangkan atau dilarang. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut saat ini tengah melakukan evaluasi dan kemungkinan penagihan hanya boleh dilakukan oleh lembaga yang memberi pinjaman.

"Kami berpikir bahwa penagihan dengan menggunakan debt collector ini akan kami kaji ulang dan bisa-bisa akan kami larang," jelas Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dalam Seminar Edukasi 'Pinjaman Online Legal atau Ilegal', Jumat (11/2/2022).


Dia menjelaskan debt collector biasanya berasal dari outsourcing, dan membuat mereka sulit untuk dilacak.

"Karena debt collector outsourcing kadang-kadang sulit dilacak," kata Wimboh.

Selain itu, Wimboh menjelaskan pihaknya terus melakukan perbaikan-perbaikan termasuk dari regulasi, pengawasan, dan penegakan hukum.

Dari segi fintech pun akan diminta peningkatan disiplin yang dilakukan bersama dengan asosiasi fintech. Dengan begitu kehadiran pinjaman online diharapkan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat jauh lebih besar, terutama untuk akses pendanaan.

"Sehingga yang ada yang berizin memberikan manfaat kepada masyarakat lebih besar dengan suku bunga dan bagi hasil yang lebih murah, etika lebih baik ke depan," ujar Wimboh.

OJK juga meminta lembaga formal produk untuk tidak seutuhnya komersial. Karena masyarakat tidak bisa dilayani dengan komersial namun butuh bantuan.

"Masyarakat membutuhkan bantuan. Blended dilakukan perusahaan formal secara sosial," ungkapnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Diteror Debt Collector Pinjol Ilegal, Ini Saran Bareskrim


(npb/npb)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading