Menkes Ungkap Kekurangan RI Dalam Hadapi Virus Covid-19

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
09 February 2022 19:57
Keterangan Pers Menteri terkait Hasil Ratas Evaluasi PPKM, 31 Januari 2022 Foto: Keterangan Pers Menteri terkait Hasil Ratas Evaluasi PPKM, 31 Januari 2022

Jakarta, CNBC Indonesia - Laboratorium Genome Sequencing di Indonesia saat ini hanya ada 12 lab saja. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin berencana untuk menambah hingga dua kali lipat.

Dalam gelaran Mandiri Investment Forum 2022, Budi menjelaskan saat pertama kali dia menjabat Menteri Kesehatan, lab genome sequencing hanya ada 12 saja. Saat itu yang dimiliki hanya strain Covid-19 dari Wuhan saja.

Sementara di negara lain, laboratoriumnya sudah memadai untuk meneliti varian dari virus Covid-19 lainnya. Selain itu jumlah sample yang bisa diteliti hanya 140 berbeda dengan Singapura yang mencapai 5.000 dan Inggris sekitar 20 ribu.


Dia menjelaskan laboratorium penting, agar Indonesia bisa memahami varian yang berkembang di dalam negeri. "Saat itu 2.000 (sample) setiap bulan, bukan lagi 140. Semua varian ada Alpha, Beta," kata Budi, Rabu (9/2/2022).

Dia juga menjelaskan ingin menggandakan jumlah laboratorium menjadi 25 lab. Uang pengembangan laboratorium dia sebutkan berasal dari global fund.

Dengan penambahan itu, diharapkan setiap pulau di Indonesia memiliki setidaknya dua laboratorium genome sequencing. Penempatan lab itu akan diletakkan di setiap universitas.

"Dua di Sumatera, dua di Kalimantan, dua di Maluku di setiap universitas," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, dia menjelaskan ingin Indonesia punya kemandirian dalam produksi seperti obat dan vaksin. Jika tidak, akan ada masalah misalnya saat China memutuskan lockdown dan Indonesia tidak bisa memproduksi material obat dan vaksin.

Produksi dalam negeri sedang digencarkan saat ini. Salah satunya obat Covid-19 molnupiravir yang bersiap untuk diproduksi dalam waktu dekat dan juga vaksin.

"Molnupiravir bisa diproduksi April. Vaksin diharapkan tahun depan bisa diproduksi," ungkapnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Good News! Obat Covid Molnupiravir Tiba di Indonesia Hari ini


(npb/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading