CT Beberkan Efek Transformasi Digital Terhadap Industri Media

Tech - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
08 February 2022 13:30
Harga saham emiten bank digital PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) melonjak pada awal perdagangan hari ini, Selasa (11/1/2022). Kenaikan saham BBHI terjadi seiring pengusaha nasional Chairul Tanjung (CT), yang merupakan ultimate shareholder Allo Bank, membuka perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Chairman CT Corp Chairul Tanjung menghadiri Konvensi Nasional Hari Pers Nasional 2022: Membangun Model Media Massa Yang Berkelanjutan secara virtual, Selasa (8/2/2022). Dalam paparannya, CT, sapaan akrab Chairul Tanjung, berbicara soal transformasi yang dihadapi oleh para pihak saat ini beserta dampaknya terhadap industri media.

"Kita mengetahui era digitalisasi telah datang kepada kita semua dan era ini dipercepat dengan adanya pandemi Covid-19. Tadinya sebelum pandemi kita merasa mungkin 5-10 tahun lagi transformasi digital itu baru akan memasyarakat di bumi Indonesia. Tetapi adanya pandemi Covid-19 ternyata itu mempercepat proses transformasi digital itu sendiri," ujarnya.

Menurut CT, transformasi yang begitu cepat sangat terasa bagi insan media. Banyak yang terkaget-kaget, bahkan tidak siap melakukan transformasi tersebut.


Akibatnya, lanjut CT, industri pers yang belum bertransformasi ke digital, berupaya melakukan transformasi. Tetapi, tidak semua berhasil karena paradigma industri media konvensional dengan industri media digital 100% berbeda dari sisi pola pikir hingga pola tindak.

"Inilah yang membuat menjadi PR bagi kita semua," kata CT.

Ketua Komite Ekonomi Nasional di era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu pun menyebut banyak pihak yang ingin berpartisipasi dalam industri media digital dengan membuat media-media baru. Menurut CT, membuat media digital memang mudah, tetapi membuat media digital yang bisa sukses dan mampu merebut pasar dan hati para audiens tentu menjadi tidak mudah.

"Ini semua adalah kenyataan yang kita hadapi. Ini semua adalah masalah yang betul-betul menjadi PR kita," ujar CT.

Ia menambahkan, faktor kedua yang tidak kalah penting adalah perubahan demografi SDM Indonesia. CT mencontohkan dirinya merupakan bagian dari generasi baby boomer atau kerap disebut generasi kolonial.

"Kenapa dibilang generasi kolonial? Karena kami ini adalah generasi-generasi gaptek terhadap teknologi. Tapi kami terpaksa mengadopsi teknologi," katanya.

Eks Menko Perekonomian itu pun berseloroh kalau konten-konten media sosial yang dibuat generasi kolonial jadi bahan tertawaan generasi milenial maupun zilenial. Sebab, konten-konten itu dianggap tidak pas.

"Oleh karenanya saya pribadi tidak pernah memakai social media. Karena saya tahu diri dari pada saya diketawain sama anak-anak saya atau generasi-generasi milenial dan zilenial, ya sudah saya ibaratnya tahu diri saja untuk menahan diri untuk tidak menggunakan socmed," ujar CT.

CT menambahkan, perubahan generasi ini turut tergambar pada perubahan perilaku yang sangat signifikan. Ia lantas mengingatkan jumlah populasi generasi milenial dan zilenial sudah jauh lebih besar dari pada generasi-generasi yang lain.

Mereka, menurut CT, adalah potensi pasar yang luar biasa besar, namun belum memiliki pemasukan yang cukup untuk melakukan konsumsi secara besar-besaran. Tapi jangan lupa, lanjut dia, 5-10 tahun lagi, merekalah yang menjadi pengontrol pasar.

"Jadi siapa yang bisa merebut masa depan itu dialah yang akan jadi pemenang. Saya selalu berbicara buy the future with the present value. Membeli masa depan dengan harga sekarang. Jadi siapa yang bisa mengadopsi, media yang bisa mengadopsi keinginan atau minat dari pada generasi milenial dan zilenial, dialah yang akan jadi pemenang," kata CT.

"Dua catatan ini menjadi PR kita. Tentu semuanya easy to say but easy to do. Nah inilah dua note yang ingin saya sampaikan hari ini," lanjutnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

BRI Tekankan Pentingnya Transformasi Berbasis Teknologi


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading