Begini Tren Pembajakan Online di 2021, Ngeri?

Tech - Monica Wareza, CNBC Indonesia
01 February 2022 09:50
Uang Miliar dari hasil bajak Email (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Ilustrasi pembajakan (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tren pembajakan online masih terjadi di dunia dan terus menjadi praktik yang lazim dilakukan di berbagai industri. Di Amerika Serikat saja, terjadi kerugian hingga US$ 29,2 miliar atau kisaran Rp 417,56 triliun per tahun karena hilangnya pendapatan akibat adanya pembajakan tersebut.

Dalam riset yang dilakukan Akamai Technologies, Inc. bertajuk Pirates in the Outfield ditemukan pada periode Januari-September 2021 jumlah streaming dan pengunduhan tanpa lisensi resmi mencapai 3,7 miliar kali.

Ini terjadi untuk film dan acara televisi, baik melalui browser atau aplikasi seluler, serta angka pengunduhan melalui platform Torrent.


Menurut riset ini, 61,5% konsumen yang berkunjung ke situs pembajakan mengakses situs tersebut secara langsung, sementara 28,6% aktif mencari situs tersebut.

"Pembajakan tidak hanya berdampak pada pencurian film dan konten lainnya. Dampak sebenarnya terjadi di belakang layar dan mengakibatkan orang-orang yang terlibat dalam pembuatan film, buku, dan perangkat lunak yang kita gunakan dan nikmati kehilangan pendapatan," kata Steve Ragan, peneliti keamanan di Akamai dan penulis laporan ini, dikutip Selasa (1/2/2022).

Selagi media, penerbitan, dan perusahaan layanan digital lainnya berfokus untuk melindungi pendapatan karena perubahan perilaku konsumen, sehingga dinilai sangat penting untuk memahami ancaman lanskap pembajakan agar dapat berhasil memitigasi risiko.

Pembajakan menimbulkan masalah keamanan secara internal di organisasi dan sebagai vektor potensi serangan lain yang harus dicegah agar tidak terjadi pelanggaran hak kekayaan intelektual (HKI) penting.
"Mungkin yang lebih mengkhawatirkan adalah bahwa pembajakan masih menjadi masalah yang kian berkembang di banyak area, dengan peningkatan secara keseluruhan sebesar 16% dalam jangka waktu sembilan bulan terakhir," kata James Mason dari CTO MUSO yang ikut terlibat dalam riset ini.

Berikut penjabaran tren pembajakan menurut riset tersebut:

  • Jumlah kunjungan total sebanyak 132 miliar ke situs web pembajakan terhitung antara Januari 2021 dan September 2021
  • Industri dengan konten yang paling banyak dibajak adalah televisi (64 miliar kunjungan total), penerbitan (30 miliar kunjungan total), film (14,5 miliar kunjungan total), musik (10,8 miliar kunjungan total), yang mencakup game video dan perangkat lunak PC modern (8,9 miliar kunjungan total)
  • Secara global, Amerika Serikat (13,5 miliar), disusul dengan Rusia (7,2 miliar), India (6,5 miliar), Tiongkok (5,9 miliar), dan Brasil (4,5 miliar) adalah lima negara dengan angka kunjungan ke situs web pembajakan terbanyak tahun lalu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Wow! Rusia Syuting Film ke Luar Angkasa, Ini Penampakannya


(mon/mon)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading