NFT Bikin Bos OpenSea Jadi Crazy Rich Dunia, Hartanya Rp 31 T

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
18 January 2022 11:30
Pendiri Opensea Devin Finzer (Ist)

Jakarta, CNBC Indonesia - Meningkatnya popularitas non fungiable tokken (NFT) telah mengantarkan dua pendiri marketplace NFT OpenSea masuk dalam daftar orang terkaya versi majalah Forbes.

Setelah putaran pendanaan baru OpenSea yang diumumkan awal tahun ini, valuasi marketplace NFT ini naik menjadi US$13,3 miliar atau meningkat US$1,5 miliar dari enam bulan sebelumnya.

Dengan perkiraan saham sebesar 18,5% di OpenSea, dua pendiri perusahaan Devin Finzer dan Alex Atallah diperkirakan memiliki harta kekayaan masing-masing US$2,2 miliar atau setara Rp 31,46 triliun (asumsi Rp 14.300/US$), seperti dikutip dari Forbes, Selasa (18/1/2022).


Didirikan empat tahun lalu, startup yang berbasis di New York City adalah pemain awal di pasar NFT yang diluncurkan pada awal tahun 2021. NFT adalah file komputer yang digunakan untuk melacak kepemilikan aset digital unik seperti seni, musik dan bahkan kartu olahraga virtual pada buku besar yang dikenal sebagai blockchain.

OpenSea menyebut dirinya sebagai platform peer-to-peer di mana pengguna dapat membuat, membeli, dan menjual semua jenis NFT, perusahaan akan mengenakan biaya sebesar 2,5% dari setiap penjualan.

OpenSea telah berkembang pesat selama setahun terakhir. Hingga Maret 2020, ada 4.000 pengguna aktif melakukan transaksi US$ 1,1 juta secara bulanan, kegiatan ini mendatangkan pendapatan bulanan US$28.000.

Pada 2021 kondisinya lebih baik lagi. Pada Juli transaksi di OpenSea sudah mencapai US$350 juta. Bulan berikutnya transaksi tembus US$3,4 miliar dan menghasilkan pendapatan sebesar US$85 juta dari komisi. Bulan lalu OpenSea memproses penjualan lebih dari US$3,3 miliar, menghasilkan pendapatan sebesar US$82,5 juta.

Alex Atallah (Ist Linkedin)Foto: Pendiri OpenSea Alex Atallah (Ist Linkedin)

Devin Finzer dan Alex Atallah, berusia sekitar 30 tahun, cukup akrab dengan dunia teknologi dan Startup. Devin Finzer yang menjadi CEO OpenSea dibesarkan di Bay Area (AS), belajar di Brown University dan bekerja sebagai insinyur perangkat lunak di Pinterest. Pada tahun 2015, ia mendirikan startup pertamanya, sebuah mesin pencari bernama Claimdog, sebelum menjualnya ke Credit Karma setahun kemudian dengan jumlah yang tidak diungkapkan.

Ada Alex Atallah yang menjadi Chief Technology Officer OpenSea lahir di Colorado (AS). Alex Atallah telah menjadi ahli spreadsheet sejak usia muda. Saat menjadi mahasiswa di Stanford, dia bekerja di Palantir, menurut profil LinkedIn-nya, dan setelah lulus bekerja di startup Silicon Valley, Zugata dan Whatsgoodly.

Pada Januari 2018, keduanya bekerja sama untuk akselerator startup Y Combinator dengan ide membayar pengguna kripto yang membagikan hotspot Wi-Fi mereka. Tetapi CryptoKitties-kucing virtual kartun yang merupakan salah satu contoh NFT paling awal-menangkap imajinasi mereka. Finzer dan Atallah dengan cepat beralih untuk meluncurkan OpenSea dan pindah ke New York.

Sejak awal, OpenSea telah mengumpulkan dana lebih dari US$420 juta dari investor, menurut data dari PitchBook. OpenSea kini menghadapi persaingan yang meningkat, termasuk dari raksasa kripto Coinbase, yang pada bulan Oktober mengumumkan rencana untuk meluncurkan marketplace NFT sendiri.

Kritikus juga menyebut adanya potensi penipuan di dunia NFT. Bulan lalu, sebuah galeri seni New York dilaporkan mengklaim bahwa NFT senilai US$2,2 juta telah dicuri darinya dan terdaftar di OpenSea.

"Visi kami adalah menjadi tujuan bagi ekonomi digital terbuka baru ini untuk berkembang," kata Finzer dalam sebuah pernyataan melalui email.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gampang! Begini Cara Jual Beli Karya NFT Lewat OpenSea


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading