Menkes Curhat Dokter Spesialis RI Kurang, Apa Solusinya?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
17 January 2022 19:51
Infografis/Waspada Lonjakan Covid Menkes Pantau Ketat 19 Kota/Aristya rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin curhat jika jumlah dokter spesialis di Indonesia kurang. Hal itu dipaparkannya dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Senin (17/1/2022).

"Dokter spesialis kenyataannya kita kurang. Ketika kita mapping kebutuhan dokter-dokter layanan jantung, kanker, stroke, diabetes, melihat gap cukup besar," kata Budi.

Salah satu masalahnya adalah soal distribusi. Jadi bisa saja di wilayah Jawa sudah cukup jumlahnya, namun tidak untuk wilayah lain.


"Setelah kita hitung untuk penyakit katastrofik ini kebutuhan kita gap-nya besar. Punya masalah distribusi juga, di Jawa cukup tapi ada juga yang sangat minus misalnya di Nusa Tenggara Timur," jelas Budi.

Budi menjelaskan sudah ada rencana untuk memperbaiki masalah tersebut. Program i masuk dalam transformasi sistem sumber daya manusia kesehatan, yakni akan ada program beasiswa khusus. Salah satunya menyasar pada dokter yang berada di wilayah dengan jumlah dokter spesialis yang kurang. Beasiswa akan diberikan kepada dokter tersebut, namun dengan catatan mereka harus kembali ke wilayah itu.

Selain itu juga ada beasiswa untuk para penerima melakukan ikatan dinas. Dia menyebut lama waktunya sekitar dua tahun.

Adapula rencana untuk melakukan program academic health system bersama dengan para dekan Fakultas Kedokteran. Ini merupakan program spesialisasi yang dibantu rumah sakit.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Integrasi QR Code PeduliLindungi dengan Gojek Cs Diluncurkan


(npb/npb)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading