3 Kelompok Ini Terancam Nyawa Akibat Omicron, Siapa Saja?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
17 January 2022 15:35
Registered nurse Estella Wilmarth tends to a patient in the acute care unit of Harborview Medical Center, Friday, Jan. 14, 2022, in Seattle. Washington Gov. Jay Inslee is deploying 100 members of the state National Guard to hospitals across the state amid staff shortages due to an omicron-fueled spike in COVID-19 hospitalizations. Inslee announced Thursday that teams will be deployed to assist four overcrowded emergency departments at hospitals in Everett, Yakima, Wenatchee and Spokane, and that testing teams will be based at hospitals in Olympia, Richland, Seattle and Tacoma. (AP Photo/Elaine Thompson)

Jakarta, CNBC Indonesia - Terdapat tiga kelompok yang terancam dengan hadirnya Covid-19 varian Omicron. Ini diungkapkan oleh Direktur Program Kedaruratan Kesehatan WHO Dr. Mike Ryan dan Pemimpin Teknis Covid-19 WHO Maria Van Kerkhove.

Ketiganya adalah kelompok tidak divaksinasi, lanjut usia dan orang dengan penyakit bawaan. Mereka memiliki risiko tinggi, sakit parah hingga mungkin meninggal.

"Omicron masih merupakan ancaman besar bagi kehidupan mereka dan ancaman besar bagi kesehatan mereka. Orang-orang harus benar-benar melihat ini dengan serius, dan mempertimbangkan untuk mendapatkan vaksinasi," kata Ryan, dikutip dari CNBC International, Senin (17/1/2022).


Ryan juga menambahkan mereka yang divaksinasi dan terkena Covid-19 biasanya akan mengalami penyakit ringan.

Orang tua dan mereka dengan kondisi atau penyakit bawaan, Van Kerkhove mengatakan mereka menghadapi risiko kematian yang lebih tinggi dari Omicron dibanding dengan kelompok lain.

Menurutnya, risiko adanya kematian bertambah seiring bertambahnya usia. "Kami tahu bahwa kematian meningkat dengan Omicron seiring bertambahnya usia," ungkapnya.

"Kami juga memiliki data dari beberapa negara yang menunjukkan bahwa orang dengan memiliki satu kondisi yang mendasari memiliki peningkatan risiko rawat inap dan kematian. Bahkan jika Anda terpapar Omicron dibandingkan dengan Delta".

Ada risiko lebih rendah dari Omicron dibanding Delta, kata Van Kerkhove. Namun dia juga mengimbau ini tak berarti Omicron merupakan varian yang menimbulkan penyakit ringan.

"Ini bukan hanya penyakit ringan. Ini sangat penting karena orang masih dirawat di rumah sakit karena Omicron," jelasnya.

Setelah diidentifikasi pertama kali di Afrika Selatan, Omicron menular dengan cepat ke negara-negara lain. Indonesia juga telah menemukan kasus Omicron di dalam negeri.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sederet Fakta Ditemukannya Covid-19 Varian Omicron di RI


(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading