Krafton Gugat Garena, Tuduh Free Fire Mengkopi PUBG

Tech - roy, CNBC Indonesia
14 January 2022 19:38
PUBG

Jakarta, CNBC Indonesia - Krafton, pengembangan PUBG PlayUnknown's Battlegrounds dan pembuat PUBG Mobile, menggugat Google, Apple, dan Grena atas pelanggaran hak cipta terhadap game online Free Fire.

Dalam gugatannya, Krafton menuding Garena Free Fire menyalin banyak aspek milik perusahaan, mulai dari pembukaannya, struktur dan permainannya, kombinasi dan pemilihan senjata, armor dan objek unik, lokasi, dan skema warna keseluruhan, bahan serta tekstur.

Krafton menyebut Garena mulai menjual game di Singapura yang diduga meniru aspek permainan perusahaan, tak lama setelah PUBG Battlegrounds diluncurkan pada tahun 2017. Apple dan Google mulai menjual versi seluler dari game ini, yang awalnya bernama Free Fire: Battlegrounds dan sekarang disebut Free Fire.


Klaim Singapura diselesaikan antara kedua perusahaan, tetapi Krafton tidak pernah menandatangani perjanjian lisensi dengan Garena, tulis gugatan tersebut, seperti dikutip dari Techcrunch, Jumat (14/1/2022).

Kemudian, pada 28 September 2021, Garena merilis judul baru Free Fire MAX, yang merupakan game seluler terpisah yang didistribusikan di Apple dan toko aplikasi Google. Game ini dimaksudkan untuk menawarkan pengalaman pengguna yang sama dengan Free Fire, kata Krafton, dan juga melanggar berbagai aspek PUBG Battlegrounds.

Krafton mencatat bahwa permainan Free Fire yang dituding melanggar hak cipta itu telah menghasilkan "ratusan juta dolar" dari penjualan globalnya. Apple dan Google sama-sama mendapat untung, karena mereka menerima komisi dari game yang didistribusikan melalui platform toko aplikasi mereka.

Sementara itu, Krafton menyebut YouTube dalam gugatan karena menghosting video gameplay Free Fire dan Free Fire MAX. Video telah dilihat ratusan juta kali. YouTube juga menyelenggarakan video live-action berdurasi panjang yang merupakan dramatisasi PUBG Battlegrounds yang melanggar hak cipta, klaim perusahaan.

Krafton mengatakan itu beralih ke pengadilan untuk menyelesaikan masalah ini karena Apple dan Google belum melakukan permintaan perusahaan. Krafton mengatakan telah meminta toko aplikasi untuk berhenti mendistribusikan game pada 21 Desember 2021, tetapi mereka menolak. YouTube juga tidak akan menghapus video itu.

Gugatan itu muncul tak lama setelah peluncuran judul lanjutan Krafton pada November, PUBG: New State, yang berisi sejumlah elemen baru. Perusahaan kemungkinan khawatir rilis terbarunya akan "disalin," juga, jika masalah ini tidak diselesaikan.

kloning aplikasi dan game populer telah menjadi masalah umum di toko aplikasi, dan pertumbuhan pasar langganan telah membuat aktivitas tersebut semakin populer. Baru minggu ini, Apple harus menghapus tiruan dari game online populer, Wordle, misalnya.

PUBG Mobile mencatatkan penjualan sebesar US$2,7 miliar pada tahun 2020, yang tumbuh menjadi US$2,9 miliar pada tahun 2021, menurut data Sensor Tower. Sebagai pembanding, Garena Free Fire mencatatkan penjualan sekitar US$1,2 miliar tahun lalu.

Gugatan itu diajukan di Pengadilan AS untuk Distrik Pusat California pada 10 Januari 2022. Krafton meminta pengadilan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Untuk menang, Krafton harus membuktikan ke pengadilan bahwa Garena telah melakukan pelanggaran di mata hukum, bukan hanya dengan menawarkan game ala battle royale serupa.

Garena telah menanggapi gugatan itu dengan sebuah pernyataan. Seorang juru bicara perusahaan mengatakan, "Klaim Krafton tidak berdasar."


[Gambas:Video CNBC]

(roy/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading