Internasional

Sstt.. Diam-diam Pemerintah AS Sudah Lama 'Main' Kripto

Tech - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
13 January 2022 10:35
White House senior adviser Jared Kushner speaks at a press briefing in the James Brady Press Briefing Room at the White House in Washington, Thursday, Aug. 13, 2020, after President Donald Trump announced that the United Arab Emirates and Israel have agreed to establish full diplomatic ties as part of a deal to halt the annexation of occupied land sought by the Palestinians for their future state. (AP Photo/Andrew Harnik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dokumen baru menunjukkan bahwa salah satu penasihat senior dan terpercaya mantan Presiden Donald Trump diam-diam membuat Gedung Putih berhubungan dengan cryptocurrency. Bahkan jauh sebelum meroketnya harganya kripto.

Melansir CNBC International, menantu Trump dan penasihat senior Jared Kushner pada 2019 diam-diam mengadvokasi dolar digital AS. Di mana Fed akan meluncurkan mata uang bank sentralnya sendiri.


Informasi tersebut diperoleh dari data 250 halaman korespondensi email terkait kripto milik Menteri Keuangan Steven Mnuchin selama empat tahun pekerjaannya. Dokumen diperoleh CoinDesk melalui permintaan Freedom of Information Act.

Pada 29 Mei 2019, Kushner, yang lebih dikenal karena karyanya pada upaya kebijakan luar negeri pemerintah daripada masalah fiskal, mengirim email ke Mnuchin. Isinya menyarankan agar sebuah kelompok dibentuk untuk "bertukar pendapat" tentang topik mata uang digital AS.

"Menurut saya, ini bisa masuk akal dan juga menjadi sesuatu yang pada akhirnya dapat mengubah cara kita membayar hak serta menghemat banyak penipuan pemborosan dan juga biaya transaksi," tulis Kushner.

Namun tidak ada jawaban dari Mnuchin di antara dokumen tersebut. Sehingga tidak jelas apakah Menteri Keuangan mengambil tindakan terkait hal ini atau tidak.

Belum ada konfirmasi mengenai berita ini. Baik dari Mnuchin maupun Kushner.

Sementara itu, pandangan Kushner tentang fenomena mata uang digital bank sentral (CBDC) akhirnya terbukti. Beberapa negara secara serius mencoba-coba mata uang digital nasional pada pertengahan 2019.

Menurut penelitian dari Dewan Atlantik Utara (NAC), setidaknya 87 negara yang mewakili lebih dari 90% dari PDB global sedang menjajaki CBDC. NAC adalah badan pembuat keputusan politik utama North Atlantic Treaty Organization (NATO).

China berada jauh di depan negara-negara lain di dunia, setelah bertahun-tahun mengembangkan dan menguji coba yuan digitalnya. Beijing saat ini sedang dalam proses meningkatkan upaya untuk meluncurkan e-CNY kepada populasi yang lebih luas, dengan tujuan akhir untuk mengganti uang tunai dan koin yang sudah beredar.


[Gambas:Video CNBC]

(tfa/tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading